Suara dari Akar Rumput

Suara dari Akar Rumput

OpiniOpini Pelajar
423 views
1 Komentar
Suara dari Akar Rumput

Suara dari Akar Rumput

OpiniOpini Pelajar
423 views
Suara dari Akar Rumput
Suara dari Akar Rumput

Ikatan Pelajar Muhammadiyah terdiri dari berbagai tingkatan pimpinan, mulai dari Pimpinan Pusat (PP) sebagai tingkatan tertinggi, hingga Pimpinan Cabang dan Ranting sebagai pimpinan akar rumput. Pimpinan Pusat memegang peran sebagai penentu kebijakan organisasi secara nasional dan pimpinan di bawahnya menjadi pelaksana atas kebijakan yang dibuat. Kebijakan dan putusan Pimpinan Pusat nyatanya tidak benar-benar diterima dan dilaksanakan di akar rumput, bukti nyata masih banyak adanya organisasi pelajar di sekolah Muhammadiyah yang tidak menggunakan nama IPM. Masih banyak pula bidang-bidang di pimpinan akar rumput yang tidak sesuai dengan AD-ART yang disahkan oleh PP IPM.

Tak sampai di situ, problematika yang sedang IPM hadapi pasca Muktamar juga menimbulkan tanda tanya pada pimpinan ranah akar rumput. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Muktamar IPM? 

Ada Apa Dengan Muktamar?

Muktamar IPM yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 25-28 Maret 2021 membawa kabar kurang sedap di telinga pimpinan akar rumput. Desas-desus pasca muktamar yang tidak selesai sesuai jadwal, ketua umum terpilih yang katanya menyalahi AD-ART IPM, hingga diperkuat dengan ditutupnya media sosial dan website PP IPM melahirkan tanda tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada permusyawaratan tertinggi di IPM itu.

Musyawarah diwarnai dengan berbagai kepentingan pribadi maupun golongan jelas mencederai makna musyawarah itu sendiri. Akar rumput berjuang hidup dalam bayang-bayang pandemi dan krisis ekonomi organisasi, sementara elite pimpinan saling berebut kursi jabatan organisasi. Akar rumput diwarnai kebingungan tentang siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan setelahnya, elite pimpinan sibuk berkoalisi untuk memantapkan diri di kursi tertinggi.

Momentum Muktamar seharusnya disikapi dengan bersukacita, mengevaluasi jalannya organisasi, dan menentukan siapa pimpinan yang layak melanjutkan kepemimpinan organisasi. Akar rumput sebagai pimpinan yang langsung bersentuhan ke ranah pelajar seharusnya juga dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan Muktamar sebagai wakil dari pelajar yang benar-benar seorang pelajar.

Lahan Garap IPM: Pelajar atau Mahasiswa?

Jauh sebelum adanya polemik dalam Muktamar, lahan garap IPM juga dipertanyakan, tentang siapa yang menjadi sasaran dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh elite pimpinan, apakah kegiatan itu untuk pelajar atau untuk mahasiswa? Kegiatan yang dilaksanakan seolah tidak memberi ruang bagi pelajar untuk ikut berkecimpung di dalamnya sekalipun hanya sebagai peserta.

Sebut saja kegiatan diskusi yang dilaksanakan elite pimpinan. Pembahasan yang diangkat cenderung menyulitkan pelajar dan pimpinan di ranah akar rumput, mereka seolah tidak diberi ruang untuk ikut campur dalam kegiatan diskusi. Bahasa yang digunakan juga bukan bahasa yang lazim dijumpai oleh pelajar, tetapi menggunakan bahasa-bahasa akademisi setingkat pemikiran mahasiswa.

Jadi bisa dikatakan, bahwa diskusi yang dilaksanakan oleh elite pimpinan belum mampu untuk menjangkau pelajar dan pimpinan akar rumput. Diskusi itu seolah hanya untuk pimpinan setingkat atau dua tingkat di bawahnya dengan pembahasan dan bahasa sekelas mahasiswa. Hasil riset dan penelitian IPM tingkat atas pun juga jarang tersampaikan ke akar rumput. Sehingga akar rumput tetap konsisten dengan ide-ide lama dan tidak mendapat suplay ilmu baru untuk mewujudkan pelajar dan IPM yang lebih maju.

Harapan kami, elite pimpinan lebih mengerti kondisi akar rumput, lebih melibatkan pimpinan akar rumput dalam kegiatan elite pimpinan, supaya nantinya kegiatan IPM di akar rumput menjadi lebih bervariasi dan lebih berkemajuan. Bagaimanapun, pimpinan akar rumput adalah pimpinan yang benar-benar langsung bersentuhan dengan pelajar, sehingga memerlukan ide-ide baru untuk mengadvokasi pelajar sehingga terwujudnya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil.

Nuun walqalami wamaa yasthurun.

*) Catatan

  • Penulis adalah Muhammad Nur Rohman, Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Trucuk.
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.
Tags: , , ,
Selingkuh dari IPM: Antara Diaspora atau Dualisme
Hadirkan Irfan Amalee, IPM DIY Bedah Tuntas Budaya Riset
Mungkin anda suka:
Advertisement

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

1 Komentar. Leave new

  • Tulisan yang wajib di baca oleh para elite.
    Perjuangan yg tidak dilandasi ikhlas karena wajah Allah hanya akan menjadi arogansi dan kedzaliman.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.