Fortasi yang Menyenangkan dan Berkemajuan

Fortasi yang Menyenangkan dan Berkemajuan

Beritablog
1K views
Tidak ada komentar

[adinserter block=”1″]

Fortasi yang Menyenangkan dan Berkemajuan

Beritablog
1K views
Fortasi yang Menyenangkan dan Berkemajuan
Fortasi yang Menyenangkan dan Berkemajuan. Foto : Fortasi SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta 2016

Sebagaimna semua mafhum, selama ini agenda Masa Orientasi Sekolah (MOS) acap kali menjadi ajang yang menyeramkan, menakutkan, dan jauh dari kesan edukatif. MOS telah dimanfaatkan para siswa senior untuk menunjukkan kekuasaan kepada para siswa baru atau junior. Sikap hegemonik ini tak hanya ada dalam forum-forum formal di dalam kelas tetapi juga pada suasana jam istirahat.  MOS yang seharusnya menjadi ajang pengenalan orientasi dan adaptasi suasana sekolah baru justru mengarah kepada bentuk perpeloncoan dengan dalih penguatan mental peserta didik baru. Dengan pendekatan ini, MOS  dimanfaatkan sebagai kegiatan balas dendam atas tindakan senior mereka terdahulu.
Lazimnya, dalam proses adaptasi, peserta didik baru diperkenalkan kepada suasana belajar yang sesungguhnya, bukan justru “dijejali” bentuk-bentuk pembodohan dengan tugas-tugas yang tidak masuk akal –pada taraf tertentu naif– dan melelahkan serta tidak memiliki manfaat jangka panjang.  Sekadar menyebutkan contoh, tugas kepada siswabaru untuk menggunakan seragam dengan topi karton, dengan aksesoris atau atribut aneh seperti rafia, empeng, dan papan nama julukan dari kardus atau karton. Silahkan saja bila hal itu sebagai model untuk memacu kreativitas. Namun, yang sering terjadi hal itu justru menjadi afirmasi bentuk diskriminasi terhadap para junior, bahkan seakan memberikan ruang untuk melakukan bullying, dari yang ringan hingga berat, bahkan sampai pada tindak kekerasan. Padahal, tujuan pendidikan adalah menjaga martabat kemanusian, menumbuhkan tradisi keilmuan serta mentradisikan pola komunikasi yang asah, asih, asuh
Fenomena – fenomena tersebut yang pada akhirnya mendorong Mendikbud Anis Baswedan, Ph.D mengeluarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 18 tahun 2016, mengganti paradigma MOS menjadi PLS yang lebih bermartabat. Hal ini sebenarnya sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di kalangan pelajar. IPM yang merupakan Organisasi Otonom Muhammadiyah sebenarnya telah lama hadir menawarkan paradigma Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) yang lebih manusiawi dan berkemajuan sebagai kebijakan pengganti MOS di Perguruan Muhammadiyah. Fortasi IPM merupakan proses perkaderan paling dasar di organisasi ini yang dilaksanakan pada tataran grass-root (Ranting Sekolah/Pesantren). Inilah saat terbaik bagi para pimpinan untuk mengenalkan IPM kepada pelajar yang baru saja memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Peserta didik baru memerlukan proses adaptasi dan pengenalan di lingkungan barunya. Hal ini yang perlu dijadikan peluang bagi IPM untuk dapat menanamkan nilai-nilai dasar organisasi melalui kegiatan-kegiatan (klasikal, diskusi, simulasi, permainan, dll.) yang menyenangkan dan kreatif. Fortasi IPM berlandaskan semangat ukhuwah islamiyah, karena semua siswa memiliki kedudukan yang sama, baik kakak kelas maupun peserta didik baru. Selain itu fortasi menjadi ajang menumbuhkan minat dan bakat peserta didik dari berbagai latar belakang sekolah. Fortasi dapat diisi dengan agenda-agenda kreatif seperti kegiatan pentas seni yang mengasah bakat dan minat siswa baru, kegiatan kelas, bazar, kampanye cinta buku, orasi, menanam pohon, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan kegiatan unik dan inovatif lainnya yang sesuai dengan kultur daerah masing – masing. Penanaman nilai-nilai bukan hanya dalam bentuk penyampaian materi ataupun kegiatan namun juga melalui contoh-contoh yang baik dari kakak kelas yang selanjutnya menginspirasi peserta didik baru. Fenomena fortasi inilah yang selama bertahun – tahun mewarnai agenda awal tahun ajaran baru di Perguruan Muhammadiyah.
Di sekolah, setiap siswa memiliki harapan-harapan baru untuk berkembang dan berprestasi. Semua siswa pun menginginkan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Suasana itulah yang akan mendorong semangat menuntut ilmu yang lebih baik. Menciptakan keadaan yang demikian tentu bukan hanya tugas dari guru atau pun karyawan selaku fasilitator pendidikan tapi juga seluruh pihak, tak terkecuali para siswa. Memunculkan sikap saling menghargai dan mengayomi perlu ditumbuhkan dalam suasana baru sekolah karena di sekolahlah  para siswa akan menghabiskan hari-harinya dalam sepekan.

Saatnya bagi kita untuk menyatakan bahwa bullying ataupun segala bentuk perploncoan di lingkungan sekolah sama sekali tidak diperlukan baik selama FORTASI/PLS maupun selama kegiatan belajar mengajar di Sekolah.  Atmosfer sekolah yang kita inginkan adalah suasana nyaman,  menyenangkan, dengan semangat berkreasi inovatif. Hal ini bukan berarti komponen pendidik tidak oleh bersikap tegas tehadap peserta didik yang benar-benar melakukan pelanggaran. Baik pelanggaran etika (tidak sopan, tidak disiplin, dll.) maupun bentuk-bentuk penyimpangan lain yang berat, semisal palanggaran moral hingga kriminal. Namun, sanksi yang diberikan pun harus bersifat edukatif dan menyadarkan, bukan hukuman yang menimbulkan derita berkepanjangan secara fisik dan psikis bagi peserta didik. Maka, bidang perkaderan PP IPM mengajak seluruh pelajar di Indonesia untuk mengawal pelaksanaan Fortasi  di perguruan Muhammadiyah maupun PLS di sekolah umum yang bermartabat, sehat, asyik berbasis kegiatan kreatif, dan berkesinambungan di seluruh instansi pendidikan. Sehingga seluruh elemen pendidikan mampu mengawal sekolah yang aman dan jelas bebas dari segala bullying maupun bentuk perploncoan yang menurunkan harkat martabat instansi pendidikan.
Mari kita semarakkan kampanye #SekolahAmanPerploncoan, #FortasiKreatif,  #PelajarKreatifBermartabat  dan #PelajarBerprestasi di struktur IPM seluruh Indonesia.
Salam Inspiratif,
Bidang Perkaderan PP IPM
Pernyataan PP IPM Tentang Kebijakan Penyesuaian 5 Hari Sekolah
Bulan Sedekah, IPM Genteng Berbuka Bersama dengan Puluhan Anak Panti Asuhan
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.