Urgensi Mendorong Pemimpin Pro Iklim pada Pemilu 2024

Urgensi Mendorong Pemimpin Pro Iklim pada Pemilu 2024

Opini
168 views
Tidak ada komentar

Urgensi Mendorong Pemimpin Pro Iklim pada Pemilu 2024

Opini
168 views

Setiap hari, bumi kita terasa semakin panas. Beberapa waktu lalu, Kalimantan Selatan mengalami kondisi darurat akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Apa sebenarnya yang terjadi dengan bumi kita saat ini?

Krisis iklim. Istilah ini mungkin sudah tidak asing bagi kita sebagai pelajar. Krisis iklim adalah kondisi abnormal di mana suhu bumi meningkat secara drastis, memicu berbagai bencana alam. Menurut para ilmuwan, suhu bumi tidak boleh melebihi 1,5 derajat Celsius. Namun, pada tahun 2023, suhu bumi tercatat mencapai 1,69 derajat Celsius, yang sudah melampaui batas normal. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bahwa kondisi bumi kini sudah berada di fase “pendidihan global,” dan tahun ini tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah.

Beberapa ilmuwan memprediksi bahwa jika kita tidak segera melakukan perubahan besar-besaran, bumi akan mengalami kolaps atau bencana iklim yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam hal ini, semua aspek kehidupan akan dirugikan, terutama generasi muda yang harus memikul beban krisis iklim dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda, terutama pelajar, harus mulai menyadari dan menghadapi isu krisis iklim ini bersama-sama.

Sumber : https://www.kompas.com/

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan iklim adalah dengan mendorong pemimpin pro iklim. Mengapa kita harus mendorong pemimpin pro iklim? Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya mengenai tagline kampanye penyelamatan iklim ini.

Mengapa Pemimpin?

Sebagai pemimpin, khususnya di wilayah yang dipimpin, mereka memiliki hak istimewa dalam mengeluarkan kebijakan yang nantinya akan diterapkan di seluruh wilayahnya. Masyarakat di bawah kepemimpinan mereka harus mengikuti kebijakan tersebut. Contohnya, pada tahun 2017, Kepala Daerah Kabupaten Tanah Bumbu mengeluarkan kebijakan tentang larangan penggunaan plastik sekali pakai di toko swalayan. Kebijakan ini menuai pro dan kontra karena masyarakat telah terbiasa menggunakan plastik sekali pakai. Namun, kebijakan tetap dilaksanakan dan masyarakat harus mematuhinya. Dalam waktu singkat, kebijakan ini memunculkan kebiasaan baru di mana orang-orang sudah terbiasa menggunakan totebag untuk berbelanja di swalayan.

Dari cerita singkat ini, kita dapat melihat bagaimana peran seorang pemimpin dalam menciptakan kebiasaan baru melalui kebijakan yang mengikat. Hal ini dapat dihubungkan dengan mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim.

Momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 merupakan peluang besar bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk mendorong para pemimpin menjadikan isu iklim sebagai program prioritas mereka. Menurut data Komisi Pemilihan Umum, sebagian besar pemilih pada Pemilu 2024 adalah generasi muda. Hal ini menjadi kekuatan bersama karena calon pemimpin akan berusaha untuk mendapatkan suara generasi muda sebagai perhitungan mereka untuk menang pada Pemilu 2024 nanti.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/

Apa yang Harus Dilakukan Menjelang Pemilu?

Kita harus berani menyuarakan apa yang kita inginkan agar para calon pemimpin mendengar keinginan kita sebagai generasi muda. Harapannya, para pemimpin menjadikan keberpihakan pada iklim sebagai visi, misi, dan program prioritas mereka. Selain menyuarakan keinginan, kita juga harus melakukan kampanye tentang pentingnya mendorong pemimpin pro iklim di setiap lini masyarakat. Ini bertujuan untuk menumbuhkan gerakan yang meluas dan berdampak mendalam.

Mengutip kalimat dari Pramoedya Ananta Toer, “Kau terpelajar, maka cobalah bersetia pada kata hati.” Ingatlah, menyelamatkan bumi bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban.

  • Penulis adalah Khairul Azmir, Sekretaris Umum PW IPM Kalimantan Selatan periode 2023-2025, dan pada periode sebelumnya merupakan Ketua Bidang Lingkungan Hidup di pimpinan yang sama. Berkuliah di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota yang memiliki ketertarikan dengan isu tata ruang, krisis iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Teman-teman bisa terhubung dengan surel azmir17091@gmail.com dan instagram di @khrlazmir
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.
Kader IPM Kalimantan Timur Juarai Kompetisi SDGs di Malaysia
Zulkifli Hasan Pastikan Hadir dalam Acara Resepsi Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-63 di Jakarta
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.