Impactful Leadership: Jiwa Sari Perkaderan Era Baru IPM

Impactful Leadership: Jiwa Sari Perkaderan Era Baru IPM

OpiniOpini PelajarPP IPM
381 views
Tidak ada komentar
Internasionalisasi Muhammadiyah

[adinserter block=”1″]

Impactful Leadership: Jiwa Sari Perkaderan Era Baru IPM

OpiniOpini PelajarPP IPM
381 views
Internasionalisasi Muhammadiyah
Internasionalisasi Muhammadiyah

Bidang Perkaderan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) memilih keputusan besar dengan membawa sebuah orkestrasi raksasa yang bertajuk “Perkaderan Era Baru: Proses Membangun Kader Masa Depan yang Kreatif dan Berdampak”. Membicarakan tentang perkaderan, artinya adalah membicarakan inti sari dari IPM itu sendiri, sehingga diperlukan diskursus yang mendalam untuk membahas hal tersebut.

Selama ini, perkaderan seperti taruna melati terkadang hanya dimaknai sebagai pelatihan-pelatihan seremonial saja yang dinilai kurang memberikan dampak signifikan pascapelatihan, sehingga lulusan kader taruna melati tidak memberikan sesuatu yang berbeda dari yang lain.

Perkaderan tingkat paripurna (Taruna Melati Utama) juga dinilai terlalu eksklusif dan kurang merata. Diklat perkaderan di normalisasi dengan diadakan sejumlah dua kali dalam satu periode yang artinya yaitu diadakan satu tahun sekali dengan perancangan yang tidak sampai memakan waktu enam bulan. Ini adalah bentuk mubazir waktu, sedangkan banyak waktu senggang yang dapat dimanfaatkan untuk memasifkan dan melakukan pemerataan perkaderan.

Bidang Perkaderan PP IPM kali ini berniat untuk mengadakan TMU sebanyak lebih dari satu kali dan diadakan di setiap regional, hal tersebut merupakan upaya paling awal dari pemerataan perkaderan yang dapat dilakukan untuk mendukung visi besar perkaderan IPM se-Indonesia.

Mempersenjatai Diri Untuk Borderless Society

Upaya pemerataan perkaderan tersebut juga merupakan sebuah inisiasi untuk mewujudkan borderless society yang sudah mulai digagas IPM sejak Muktamar IPM di Medan tahun 2023 lalu. Semakin banyak ruang temu untuk perkaderan yang tidak hanya terbatas di regional tertentu membuat banyak terjadi diskursus dan proses tukar pikiran yang semakin intensif sehingga proses pengadaptasian inovasi dan budaya yang progresif dari masing-masing daerah asal kader membuat terciptanya budidaya gagasan yang masif.

Menilik dari Muktamar IPM di Purwokerto pada 2021 lalu yang mengusung tema “Beyond the Limit, Reframe the Future”, borderless society menjadi kepanjangan tangan dari gagasan tersebut sehingga nilai keberlanjutan dari gerakan tersebut bisa tetap dipelihara serta tidak membiarkan gagasan-gagasan yang tidak memiliki nilai keberlanjutan, sehingga IPM tidak selalu memunculkan gagasan-gagasan baru setiap dua tahun sekali yang tidak memiliki nilai keberlanjutan dan berdampak.

Maka, ekspansi gerakan dan pemikiran IPM melalui borderless society ini dapat dikatakan sebagai langkah penting untuk memulai membangun perluasan ruang lingkup pergerakan IPM yang lebih luas lagi serta menjadi sebuah pembaruan dari corak masyarakat IPM yang sebelumnya di Gerakan Pelajar Berkemajuan (GPB) adalah global citizen, sehingga kebaruan yang dihadirkan bukan merupakan sesuatu yang asing dalam praktik internasionalisme Muhammadiyah.

Menyongsong Gerakan Kepemimpinan Berdampak

Jika era keilmuan di IPM sudah dianggap selesai, selama praktiknya menjalankan GPB dan Sistem Perkaderan IPM (SPI) Kuning dalam 10 tahun, gerakan keilmuan tidak mendapati ujung tanduk sama sekali dan tidak memberikan dampak yang berkelanjutan sehingga tidak menunjukkan indikasi di akhirinya era keilmuan IPM. Kondisi di akar rumput, literasi yang dijalankan selama 10 tahun ini justru tidak menemui titik kelanjutan dan mengalami sebuah degradasi ilmu, terutama pascapandemi yang dialami oleh generasi baru yaitu generasi Z dan generasi Alpha utamanya.

Banyak dirasakan gerakan keilmuan tidak sama serunya dengan pada masa awal era GPB, maka Bidang Perkaderan PP IPM beranggapan bahwa perlu adanya grand design gerakan literasi baru yang tidak hanya melalui buku, membaca, dan menulis saja yang sudah dianggap monoton dan tidak menarik lagi bagi generasi muda. Di era ini, IPM bisa dikatakan sedang memasuki era yang banyak melahirkan sosok pemimpin-pemimpin muda yang mampu menjalankan kepemimpinan secara transformatif dan memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan sekitarnya. 

Bidang Perkaderan PP IPM menyongsong “Gerakan Kepemimpinan Berdampak” sebagai sebuah manifestasi dari pergeseran (shifting) kondisi sosiologis di IPM yang sudah beranjak pada ranah yang lebih praktis dan komprehensif, kondisi ideal kader IPM saat ini yaitu membutuhkan sebuah cara baru yang lebih taktis dan subtansial juga tentunya untuk dijadikan sebagai pendekatan (approach) dalam bergerak.

Mengapa kepemimpinan? Kepemimpinan adalah sebuah terminologi yang komprehensif meliputi banyak hal termasuk juga keilmuan, seorang pemimpin haruslah cerdas dan berilmu untuk kemudian menjalankan roda kekuasaannya dengan baik. Dengan menjalankan sebuah kekuasaan, seorang pemimpin diharuskan untuk tidak hanya meniru pendahulunya saja dan dibiarkan berkeliaran tanpa inovasi. Pemimpin haruslah bisa memberikan dampak (impact) yang signifikan untuk bisa dirasakan oleh lingkungan disekitarnya, baik infrastruktur maupun suprastrukturnya.

Maka dari itu, sebuah cita-cita mulia untuk menyongsong kader IPM yang mampu memimpin dengan memberikan dampak (impactful leadership) adalah sebauh keniscayaan yang harus diwujudkan secara kolektif oleh seluruh elemen tidak hanya IPM saja, sehingga IPM dapat menjadi kawah chandradimuka bagi pelajar untuk berproses dengan hikmat dan rasa nyaman sehingga mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda yang diidamkan oleh dunia.

  • Penulis adalah M. Harish Ishlah, Anggota Bidang Perkaderan PP IPM Periode 2023-2025.
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis
Gandeng AtAmerica, PP IPM Luaskan Wawasan Budaya dalam Bidang Pendidikan
Pernyataan Sikap Bidang IPMawati PP IPM, Terkait Kasus Pembunuhan terhadap Perempuan
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.