Gandeng AtAmerica, PP IPM Luaskan Wawasan Budaya dalam Bidang Pendidikan

Gandeng AtAmerica, PP IPM Luaskan Wawasan Budaya dalam Bidang Pendidikan

BeritaJakarta
84 views
Tidak ada komentar

[adinserter block=”1″]

Gandeng AtAmerica, PP IPM Luaskan Wawasan Budaya dalam Bidang Pendidikan

BeritaJakarta
84 views

IPM.OR.ID., JAKARTA – Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menggandeng AtAmerica dalam kegiatan DIALOGUE Edisi Hari Pendidikan Nasional 2024, pada Rabu (8/5/24) di Pacific Place Mall. 

Kegiatan DIALOGUE kolaborasi ini bertemakan Cultural Diversity in Education. Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta, dengan pembicara Co-Founder Sekolah Gemala Ananda, Jasmin Jasin dan Penulis Indonesia, Sri Izzati.

Dalam paparannya, Sri Izzati mengungkapkan bahwa jaman dahulu kala, ada seorang anak kecil yang suka banget baca dan bercerita, yang menuangkan cerita nya dalam serial kecil-kecil punya karya (KKPK) dan itu terjadi karena anak kecil ini cerewet meminta bapaknya untuk menerbitkan karya nya tersebut. Dengan berbagai tulisan-tulisan cerita yang telah anak kecil ini buat sejak kecil hingga sekarang ini, menjadi sebuah kunci keberhasilannya dalam berbagai hal yang ia lewati.

“Singkat cerita karena bapaknya harus putar otak untuk mengabulkan permintaan anak perempuannya ini, akhirnya bapaknya dan anaknya ini bertemu dengan penerbit dan jadilah buku kecil-kecil punya karya terbitan DAR! Mizan,” ungkap Izzati.

Izzati menjelaskan bahwa dari sebuah tulisan-tulisan kecil itu pun dapat membuat dampak yang luar biasa besar nantinya kepada kehidupan kita. Kumpulan-kumpulan kata yang berubah menjadi kalimat, yang dulunya tak dianggap bahwa sebagai hal yang akan berdampak. Dan dapat dibuktikan secara nyata oleh izzati sendiri.

“Dan itulah cerita awal mulanya kenapa kemudian aku bisa mendapatkan hal-hal yang aku dapatkan sekarang, baik itu dari segi pendidikan, pertemanan, dan pekerjaan lain sebagaimana. Karena dari buku-buku yang ditulis itu menjadi sebuah pintu kemana saja untuk aku ke sekolah-sekolah favorit yang jaman dulu,” tutur Izzati.

Jasmin Jasin sebagai narasumber selanjutnya pun mengungkapkan bahwa selama ia bersekolah, ia harus selalu terlihat seragam, seperti teman lainnya.

“Ketika saya berada di SD, SMP, SMA. Saya tuh paling sebel kalau harus apa-apa seragam, jadi punya pendapat kalau beda terus kayaknya di omongin gitu dan kalau punya pandangan yang berbeda sama guru di tegur gitu. Kenapa sih gak boleh? atau bertanya tentang hal yang keluar dari rel jadi nya dianggap kurang baik,” 

Pada sesi tanya jawab, Izza mengatakan bahwa dirinya menyukai hal yang sekolah ga ajarin ke kita, yaitu diskusi. Hal itu membuat sadar kenapa ada penilaian a atau b. 

“Mengingatkan aku dampak atau manfaat yang dirasakan dari mengobrol dan mendengar banyak orang. kita tidak perlu terburu-buru menyimpulkan, kita bisa mendengar dari beberapa perspektif dahulu. Jawabannya untuk belajar lagi adalah dengan ngobrol,” ujar Izza.

Selanjutnya, Jasmin mengatakan promosi keberagamaan di sekolah biasanya dengan melakukan perayaan, sedangkan ia adalah tipe yang merayakan keberagaman melalui cara pandang.

“Sangat disayangkan cara pandang budaya belum merata di antara guru dan orang tua. Bangunlah komunikasi agar orang tua pun memiliki cara pandang yang lebih luas,” tuturnya.

Di akhir acara moderator, Nabila Adinta memberi pesan kepada para peserta bahwa penting untuk mengenali potensi dalam diri kita sendiri dan membuat pilihan bagi diri kita. “Know yourself and take a lead,” pungkasnya. .*(Nabila)

Kawan Bantu Kawan : PP IPM Gelar Talkshow Hardiknas
Impactful Leadership: Jiwa Sari Perkaderan Era Baru IPM
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.