Orasi Calon Ketua Umum PR IPM Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai Wujud Demokrasi di Sekolah

Orasi Calon Ketua Umum PR IPM Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai Wujud Demokrasi di Sekolah

BeritaDaerah Istimewa Yogyakarta
18 views
Tidak ada komentar

Orasi Calon Ketua Umum PR IPM Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai Wujud Demokrasi di Sekolah

BeritaDaerah Istimewa Yogyakarta
18 views

IPM.OR.ID., YOGYAKARTA – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta kembali melaksanakan proses regenerasi kader. Melalui orasi, tiga calon Ketua Umum PR IPM menyampaikan visi misinya. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 bertempat di Halaman Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta memiliki Organisasi Santri (ORGANTRI), yang terdiri dari IPM, Dewan Kerabat Hizbul Wathan, Tapak Suci, LPPM (Lembaga Pers Pelita Mu’allimaat), PMR (Palang Merah Remaja) Mosaic, dan KIR (Karya Ilmiah Remaja) Asgama. Dimana IPM adalah sebagai wadah utama yang menaungi semua organisasi yang ada di Mu’allimaat.

Proses orasi disaksikan oleh seluruh civitas Madrasah Mu’allimaat, baik siswi, guru, maupun karyawan, serta menghadirkan panelis untuk menggali visi dan misi dari setiap calon. Panelis mewakili beberapa unsur, antara lain Ihmah Risywandha, M.Pd. (guru), Risda Indirawati, S.H (musyrifah), Maulana Ramlan Hakim (PD IPM Kota Yogyakarta), Aisyah Lathifunnisa, S.H (PW IPM Kota Yogyakarta), dan Ketua Angkatan 101, 102, 103, 104, 105, 106.

Pemilihan ketua umum dilakukan dengan beberapa tahapan, diawali dengan seleksi internal oleh PR IPM, e-voting yang dilakukan oleh seluruh civitas Madrasah Mu’allimaat, dan diakhiri dengan musyawarah melalui forum formatur.

Wakil Direktur III Bagian Kesiswaan, Imastuti Tricahyani, S.Pd., M.A.  menyampaikan bahwa kegiatan orasi ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menjalankan kehidupan berorganisasi dan merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah.

“Kegiatan orasi menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dalam gagasan, karakter kepemimpinan, dan visi misi dari setiap calon. Selain itu, proses ini menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk belajar mengenal demokrasi”, ujar Imastuti.

PP IPM Gelar ToT Nasional VOICE Batch 2 di Palu, Dorong Pelajar Jadi Penggerak Perubahan
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.