Tolak Jadi Konsumen Informasi, Pusat Studi Pelajar Banten Dorong Pelajar Produktif dan Kritis

Tolak Jadi Konsumen Informasi, Pusat Studi Pelajar Banten Dorong Pelajar Produktif dan Kritis

BantenBerita
10 views
Tidak ada komentar
Tolak Jadi Konsumen Informasi, Pusat Studi Pelajar Banten Dorong Pelajar Produktif dan Kritis

Tolak Jadi Konsumen Informasi, Pusat Studi Pelajar Banten Dorong Pelajar Produktif dan Kritis

BantenBerita
10 views
Tolak Jadi Konsumen Informasi, Pusat Studi Pelajar Banten Dorong Pelajar Produktif dan Kritis
Tolak Jadi Konsumen Informasi, Pusat Studi Pelajar Banten Dorong Pelajar Produktif dan Kritis

IPM.OR.ID., KOTA SERANG – Pengukuhan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Provinsi Banten periode 2026–2028 yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Provinsi Banten pada Sabtu (12/06/2026) sekaligus menjadi penanda resmi lahirnya Pusat Studi Pelajar Banten. Tak ingin sekedar menjadi seremoni launching biasa, Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PW IPM Provinsi Banten langsung merumuskan program strategis untuk menjawab tantangan pelajar di Tanah Jawara.

Ketua Umum PW IPM Banten, Nur Ida Ersafabanyo, mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan pusat studi ini bermula dari refleksi dan keresahan atas berbagai persoalan nyata di lapangan, seperti ketimpangan pendidikan serta tantangan pelajar dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Program ini menggagas dari refleksi atas berbagai ketimpangan pendidikan serta tantangan perkaderan hari ini. Kami ingin Pusat Studi Pelajar Banten menjadi wadah inkubasi yang nyata untuk menjawab keresahan tersebut, bukan sekadar simbol organisasi,” ungkap Ersa.

Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) PW IPM Banten, Muhammad Hilman Almas, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keresahan atas dinamika pelajar masa kini, mulai dari literasi digital, kesiapan masa depan, hingga ruang partisipasi anak muda yang perlu dioptimalkan.

“Program ini hadir bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab saya dalam mengemban amanah, tetapi juga untuk menjawab keresahan pelajar Banten serta menjadi komitmen dan aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh mereka,” ucap Hilman.

Ia juga menilai bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi saat ini, tantangan pelajar bukan lagi hanya terkait akses membaca atau mencari buku, melainkan melawan rasa malas. Ironisnya, pelajar saat ini cenderung terjebak sebagai konsumen informasi yang pasif; mereka belum memiliki keterampilan dasar untuk menghasilkan karya yang nyata.

Pusat Studi Pelajar Banten hadir dalam tiga fase, yaitu literasi, menulis, dan riset. Setiap fase memiliki target waktu dan capaian yang berbeda, menyesuaikan kondisi selama program berjalan.

Fase literasi menjadi tahap paling krusial untuk membentuk kader yang kritis. Fase ini berfokus pada upaya menumbuhkan kembali kebiasaan membaca sebagai pijakan awal guna memastikan kader mampu memaknai esensi literasi secara luas.

Pada fase menulis, kader mengembangkan kemampuan menuangkan gagasan secara terstruktur agar bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen gagasan. Targetnya, fase ini dapat menghasilkan karya seperti zine, buku antologi, atau majalah, baik digital maupun fisik.

Pada fase riset, kader dipersiapkan untuk mengkritisi berbagai kebijakan publik secara terstruktur dan bermoral, serta berfokus pada penyusunan dokumen strategis seperti policy brief dan perumusan hasil kajian guna membentuk Tim Riset Mandiri PW IPM Banten yang solutif terhadap isu pelajar masa kini.

PW IPM Banten juga membuka ruang kolaborasi seluas mungkin dengan berbagai elemen, mulai dari Pimpinan Daerah (PD) IPM se-Banten, sekolah, akademisi, hingga pemerintah.

Dengan pendekatan yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, kehadiran Pusat Studi Pelajar Banten diharapkan mampu menjadi mercusuar sekaligus motor penggerak dalam meningkatkan kualitas intelektual pelajar Banten ke depan. *(Nabila)

IPM Berperspektif Gender: Dari Representasi Menuju Transformasi
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.