PP IPM Perkuat Sinergi Dakwah Pelajar Berkemajuan melalui Konsolidasi Nasional Bidang KDI

PP IPM Perkuat Sinergi Dakwah Pelajar Berkemajuan melalui Konsolidasi Nasional Bidang KDI

BeritaPP IPM
4 views
Tidak ada komentar
PP IPM Perkuat Sinergi Dakwah Pelajar Berkemajuan melalui Konsolidasi Nasional Bidang KDI

PP IPM Perkuat Sinergi Dakwah Pelajar Berkemajuan melalui Konsolidasi Nasional Bidang KDI

BeritaPP IPM
4 views
PP IPM Perkuat Sinergi Dakwah Pelajar Berkemajuan melalui Konsolidasi Nasional Bidang KDI
PP IPM Perkuat Sinergi Dakwah Pelajar Berkemajuan melalui Konsolidasi Nasional Bidang KDI

IPM.OR.ID., – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) melalui Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) menggelar Konsolidasi Nasional pada Jumat (16/10/2026) secara daring melalui Zoom Meetings.

Kegiatan bertema “Harmonisasi Gerakan Dakwah Pelajar Berkemajuan Menuju Sinergi Lintas Wilayah” ini diikuti Ketua Umum PP IPM, jajaran pengurus Bidang KDI PP IPM, serta Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat arah gerakan dakwah pelajar sekaligus membangun sinergi antara pimpinan pusat dan wilayah. Forum ini juga menjadi sarana pemetaan kebutuhan dakwah di tingkat akar rumput agar program yang dirumuskan mampu menjawab tantangan kaderisasi dan perkembangan kehidupan pelajar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah Dany Rahmat Muharram menegaskan bahwa kemajuan IPM tidak semata-mata diukur dari besarnya kegiatan di tingkat pusat, tetapi dari sejauh mana dakwah dirasakan manfaatnya oleh pelajar.

“Kemajuan IPM tidak hanya diukur dari megahnya panggung di tingkat pusat, tetapi dari seberapa jauh dakwah kita dirasakan oleh pelajar di sekolah. Kita harus hadir ketika teman sebaya membutuhkan tempat bercerita dan merangkul mereka yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk menyampaikan suaranya,” kata Dany.

Dany menambahkan bahwa ranting dan cabang merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan gerakan IPM. Karena itu, perhatian terhadap kader di akar rumput perlu menjadi bagian utama dalam merumuskan arah kebijakan organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun paradigma dakwah yang tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan pelajar.

“Dakwah tidak seharusnya hadir untuk menuding atau menghakimi. Dakwah harus merangkul, mendampingi, dan memberikan solusi nyata. Bukan sekadar retorika di atas podium, melainkan kerja sosial konkret di tengah kegelisahan pelajar,” ujar Dany.

Menurut Dany, perkembangan dunia digital menuntut IPM untuk memiliki kompas moral dan kepekaan sosial dalam menjalankan gerakan. Ia mengingatkan bahwa kader di berbagai daerah tidak boleh merasa kecil karena setiap wilayah memiliki peran penting dalam menggerakkan dakwah pelajar.

Sementara itu, Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam PP IPM Framanahadi menjelaskan bahwa konsolidasi nasional merupakan ikhtiar untuk merawat spiritualitas organisasi sekaligus memperkuat posisi IPM sebagai gerakan keilmuan dan dakwah keagamaan.

“Konsolidasi ini merupakan ikhtiar untuk merawat napas spiritualitas IPM agar kita senantiasa kembali pada fitrah organisasi sebagai gerakan keilmuan dan dakwah keagamaan. Kita perlu memastikan bahwa dakwah menjadi bagian yang hidup dalam gerakan dan keseharian kader,” ucap Framanahadi.

Framanahadi juga menegaskan bahwa PP IPM perlu mengambil peran strategis dalam merumuskan kebijakan dakwah yang sesuai dengan kebutuhan pelajar. Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga harus memastikan program yang dijalankan memiliki arah dan dampak yang jelas.

“PP IPM harus mampu menjalankan peran sebagai pembuat kebijakan, bukan sekadar penyelenggara kegiatan seremonial. Instrumen dakwah perlu kita segarkan agar lebih kontekstual dengan realitas Generasi Z dan Generasi Alfa. Untuk itu, kita membutuhkan data pemetaan yang nyata dari pimpinan wilayah hingga akar rumput,” tegas Framanahadi.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah melakukan survei pemetaan kondisi dakwah di wilayah. Data tersebut akan menjadi bahan penyusunan kebijakan sekaligus pembaruan pedoman dakwah IPM yang sebelumnya diterbitkan pada 2012.

Dalam pemaparan program strategis, Sekretaris Bidang KDI PP IPM Haliza Khoirun Nisa menyampaikan empat ladang garap utama yang dirumuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Keempat program tersebut meliputi Madrasah Quranic Generation, Pelatihan Dai Pelajar Nasional (PDPM-Nas), Kajian Keislaman dan Konsolidasi Nasional berkala, serta optimalisasi dakwah digital mandiri.

Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan wilayah menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan perkaderan dakwah. Persoalan yang mengemuka meliputi pemerataan Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah (PDPM) hingga tingkat cabang dan daerah, keberlanjutan alumni setelah pelatihan, serta pembaruan strategi dakwah digital.

Menanggapi persoalan tersebut, Framanahadi menjelaskan bahwa penguatan PDPM perlu dilakukan melalui asesmen sebelum pelatihan, standardisasi materi, dan pembentukan wadah alumni yang dapat berperan sebagai pendamping dakwah di tingkat cabang maupun ranting.

Kegiatan ini juga turut membahas pentingnya pemerataan akses kaderisasi di tengah perbedaan kapasitas sumber daya manusia dan kemampuan finansial antardaerah. Salah satu upaya yang didorong adalah pelibatan alumni Taruna Melati I sebagai instruktur pendamping dengan dukungan Majelis Tabligh Muhammadiyah setempat. Langkah ini diharapkan dapat membantu daerah yang belum memiliki alumni PDPM untuk mulai menyelenggarakan perkaderan dakwah.

Sebagai tindak lanjut, seluruh Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia diminta mengisi survei pemetaan kondisi dakwah dalam waktu satu pekan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan pedoman dakwah IPM yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Konsolidasi nasional ini juga menegaskan pentingnya penguatan wadah Mubalig Pelajar, pelibatan alumni dalam Safari Dakwah Ramadan, pengembangan ekosistem dakwah digital mandiri, serta optimalisasi komunikasi melalui grup koordinasi dan pertemuan virtual berkala setiap kuartal.

Melalui konsolidasi ini, PP IPM berharap gerakan dakwah pelajar dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah. Sinergi antara pimpinan pusat, wilayah, daerah, cabang, dan ranting diharapkan mampu melahirkan kader dakwah yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menghadirkan manfaat nyata bagi pelajar, Persyarikatan, umat, dan bangsa. *(Yud)

Ketua Umum PP IPM Wakili Indonesia di Forum Russia–ASEAN Youth Forum on Innovation and Public Diplomacy, Usung Gagasan Algoritma Pelajar
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.