IPM.OR.ID., BANYUMAS – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Banyumas sukses selenggarakan Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XXVII, pada Sabtu-Ahad (31-1/10-11/2026) di MI Muhammadiyah Sirau, Kecamatan Kemranjen.
Sebagai kegiatan yang dilaksanakan untuk melanggengkan regenerasi organisasi, Musyda juga menjadi momentum evaluasi gerakan PD IPM Banyumas selama satu periode ke belakang. Adapun tema Musyda ke-XXVII IPM Banyumas adalah “Haluan Baru IPM Banyumas: Ambangun Arsa, Anggita Karya”.
Ketua Umum PD IPM Banyumas Eky Fahmi Sjahranie menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang senantiasa memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Eky juga berharap melalui kegiatan ini dapat melahirkan harapan, memupuk persaudaraan, dan melanjutkan perjuangan yang belum selesai.
“Kami sadar bahwa segala yang kami lakukan belum cukup untuk menjawab persoalan. Tapi harapannya bisa menjadi acuan dalam melanjutkan perjuangan ini,” kata Eky.
Oleh karena itu, Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah Afiyanto menegaskan bahwa penyelenggaraan Musyda harus betul-betul memiliki muatan, gagasan, dan ide yang bisa dibawa untuk kabupaten Banyumas.
“Hari ini, kader-kader IPM perlu untuk mempertahankan dialektika dalam forum sehingga punya bobot dan nilai. Musyda harus tenang-tenang saja!” tegas Afi.
Menanggapi hal itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf yang mewakili Bupati Banyumas mengatakan bahwa ia yakin lingkungan di Muhammadiyah itu santun.
“Karena Muhammadiyah lahir dari cita-cita modern dan etika keislaman. Ora rusuh ora. Ini yang saya senangi setiap kali berkegiatan di Muhammadiyah,” ujar Amrin.
Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Fatkhurrohman yang mewakili Ketua PDM Banyumas menyampaikan bahwa dinamika dalam forum diskusi adalah hal pasti.
“Harapannya dalam diskusi pada momentum ini pelajar harus senantiasa berinovasi, teruslah untuk menciptakan gerakan dan program untuk pelajar yang tujuannya baik untuk pelajar dan Muhammadiyah di Banyumas,” pesan Fatkhurrohman.
Musyda XXVII IPM Banyumas menetapkan Rikza Eqtada Benabie Fauzie sebagai Ketua Umum PD IPM Banyumas periode 2026-2028. Dalam sambutannya, Rikza berharap supaya IPM Banyumas menjadi organisasi yang semakin progresif, inklusif, dan berdampak nyata bagi pelajar.
“Saya berharap kita dapat memperkuat kolaborasi, memperluas jangkauan gerakan hingga ke tingkat ranting, serta menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan pelajar. Hal ini membutuhkan keterlibatan dan semangat kolektif seluruh kader,” tegas Rikza.
Rikza juga berharap IPM bisa menjadi rumah bersama untuk belajar, berproses, dan memberikan kebermanfaatan.




































