Kethoprak di Era Milenial: Menjaga Tradisi dalam Modernisasi

Kethoprak di Era Milenial: Menjaga Tradisi dalam Modernisasi

OpiniOpini Pelajar
703 views
Tidak ada komentar
Sekolah Bukan Tempat untuk Para Preman

[adinserter block=”1″]

Kethoprak di Era Milenial: Menjaga Tradisi dalam Modernisasi

OpiniOpini Pelajar
703 views
Sekolah Bukan Tempat untuk Para Preman
Sekolah Bukan Tempat untuk Para Preman

Kethoprak adalah salah satu jenis seni pertunjukan yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kethoprak merupakan gabungan dari beberapa jenis seni, seperti tari, drama, musik, dan sastra. Dalam sebuah pertunjukan kethoprak, para budayawan akan menyajikan cerita-cerita yang berasal dari cerita rakyat, cerita wayang, atau cerita dari ajaran agama.

Kethoprak dalam pertunjukannya diiringi dengan musik tradisional yang disebut “Gambang Kromong” yang terdiri dari alat musik tradisional, seperti gamelan, kendang, dan gong. Kethoprak juga menampilkan tari tradisional yang disebut “Tari Kethoprak” yang dilakukan oleh para budayawan.

Kelebihan dari Budaya Kethoprak adalah kethoprak dapat menjadi media untuk menyebarluaskan nilai-nilai budaya dan ajaran agama kepada masyarakat. Kethoprak dapat menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan budaya tradisional, kethoprak juga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, kethoprak juga dapat menjadi pembentuk karakter dan kepribadian yang baik bagi para penonton, seperti kerja sama, komunikasi yang baik, pemahaman dan ajaran tentang agama, serta keterampilan seni yang baik. Kethoprak juga dapat menjadi media untuk mengajak generasi muda untuk mengenal dan menghargai budaya tradisional.

Namun, budaya kethoprak juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu kekurangan dari budaya kethoprak adalah kesulitan dalam menarik minat dari masyarakat yang lebih memilih hiburan modern. Selain itu, kethoprak juga kesulitan dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan pertunjukan kethoprak seperti alat musik dan pakaian tradisional. Kethoprak juga kurang dikenal oleh masyarakat luas, sehingga kurang mendapat dukungan dari masyarakat dan karena hal itu pula, kethoprak tidak dapat menjadi salah satu pemasukan bagi negara.

Maka dari itu, pelajar memegang peranan penting dalam menjaga dan mengapresiasi budaya kethoprak. Pelajar dapat belajar dan memahami budaya kethoprak melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan di sekolah, seperti kegiatan seni dan budaya. Pelajar juga dapat menjadi penonton yang aktif dalam pertunjukan kethoprak dan memberikan apresiasi terhadap para budayawan kethoprak.

Dengan memahami budaya kethoprak, pelajar dapat menjadi pembelajar sekaligus penerus budaya tradisional yang baik bagi generasi yang akan datang. Pelajar juga dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang kethoprak kepada teman-teman dan keluarga mereka, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan kethoprak.

Pelajar juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kethoprak, seperti membantu dalam pembuatan alat musik atau pakaian tradisional, membantu dalam pemasaran dan promosi pertunjukan kethoprak, dan sebagainya. Dengan peran yang dimainkan oleh pelajar, hal itu dapat membantu menjaga dan mengapresiasi budaya kethoprak serta membantu mengatasi kekurangan yang ada dalam budaya kethoprak.

Selain pelajar, masyarakat juga harus ikut berperan dalam menanggulangi kekurangan dari budaya kethoprak. Masyarakat dapat memberikan dukungan dengan menonton pertunjukan kethoprak dan memberikan apresiasi terhadap para budayawan kethoprak.

Masyarakat juga dapat memberikan dukungan dengan mengajak anak-anak dan generasi muda untuk belajar dan mengenal budaya kethoprak. Masyarakat juga dapat memberikan dukungan dengan menyediakan tempat untuk pertunjukan kethoprak atau dengan menyediakan dana untuk kegiatan-kegiatan kethoprak.

Selain itu, upaya promosi yang efektif juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan kethoprak, seperti dengan mengadakan pertunjukan kethoprak di berbagai acara yang diikuti oleh banyak orang, menyelenggarakan workshop dan pelatihan kethoprak, serta menyediakan fasilitas yang memadai bagi para budayawan kethoprak.

Secara keseluruhan, dukungan dari pemerintah dan masyarakat serta upaya promosi yang efektif diharapkan dapat membantu menanggulangi kekurangan dari budaya kethoprak dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya kethoprak.

  • Penulis adalah Yopy Vernando Herdyansyah, Anggota Bidang ASBO PD IPM Surakarta.
  • Substansi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis.
Wujud Praktik SPI, LFP PP IPM Adakan Tadarus Fasilitator
Rayakan Hari Baca Pelajar Muhammadiyah, IPM SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Adakan Seminar Literasi Finansial
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.