Mawas Diri Dari Kekerasan Sosial Atas Nama Pelajar, IPM Gelar Seminar Empat Pilar.

Mawas Diri Dari Kekerasan Sosial Atas Nama Pelajar, IPM Gelar Seminar Empat Pilar.

Uncategorized
895 views
Tidak ada komentar

[adinserter block=”1″]

Mawas Diri Dari Kekerasan Sosial Atas Nama Pelajar, IPM Gelar Seminar Empat Pilar.

Uncategorized
895 views

YOGYAKARTA, IPM.OR.ID – “Maraknya sikap intoleran berupa kekerasan sosial atas nama etnis dan agama di Indonesia ini sangatlah wajar, bangsa ini sangat besar dan majemuk.” ujar Khusni Amryanto Putra sebagai salah satu pemateri pada seminar Empat Pilar yang digelar oleh Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) hari ini, Sabtu  (14/10).
Dihadapan 100 orang yang hadir sebagai peserta, Khusni juga menyampaikan bahwa negara kita amatlah beragam, memiliki 34 provinsi, 656 etnis, serta 742 bahasa dan dialek. “Keragaman ini adalah wajah indonesia. Sayang, jika terjadi praktek intoleran”imbuhnya.
Bertempat di Gedung Dewan Pembina Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Yogyakarta. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti seminar tersebut. Mengusung tema Menyambut Indonesia Emas 2045 dengan nilai-nilai Pancasila, Undangan-Undang Dasar ’45, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, seminar ini selain dihadiri oleh IPM dan Osis, juga ternyata dihadiri oleh Organisasi Kepemudaan (OKP) lain sperti Ikatan Pelajar Putri Nahdzatul Ulama (IPPNU) juga Pelajar Islam Indonesia (PII).
Selain Khusni, Afnan Hadikusumo yang merupakan DPD RI hadir juga sebagai pemateri pada seminar tersebut, Dia menyinggung bahwa adanya multikulturalisme di Indonesia ini jangan sampai terjadi konflik antar agama maupun etnis yang dipicu semata-mata karena perbedaan latar dan afiliasi kultural dan religius.
“Perlu upaya terus menerus untuk mendorong penguatan kesadaran multikulturalisme untuk mengawal Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta UUD 1945.”tambahnya.
Pelajar saat ini harus pandai-pandai meredam emosinya. Pada era globalisasi ini, sosial media menjadi ruang yang sangat bebas dalam beropini atau berpendapat. Akan rugi jika kita termakan profokasi terhadap berita-berita yang belum tentu kebenarannya tersebar di media sosial.
Syauki Suratno, Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga angkat suara pada seminar tersebut mengatakan bahwa kita harus memahami bahwa negara pancasila sebagai Darul Ahdi Wasyahadah. Sehingga kita harus sadar bahwa negara ini milik kita bersama,  Negara ini harus kita bangun bersama, jangan cepat terpancing emosi ketika bermedia sosial”ujarnya.
Ketua Umum PP IPM berpesan bahwa seminar ini semoga dapat menjadi kontrol sosial bersama. “Jangan hanya terfokus pada permasalahan kecil, banyal hal yang harus kita persiapkan dan kita lakukan bersama agar kita dapat menyambut indonesia emas pada 2045.” Tutupnya. (rina)
Membentuk Cita-Cita Pelajar Berkemajuan, PC IPM Kebayoran Baru Mengadakan PKTM 1
Mempermudah Akses Media Pelajar Muhammadiyah, PW IPM Sulsel Launching Website Baru
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.