Peserta PKPTMU Institutional Visit ke UMS, Dahlan Rais: Inti Kepemimpinan adalah Keteladanan

Peserta PKPTMU Institutional Visit ke UMS, Dahlan Rais: Inti Kepemimpinan adalah Keteladanan

BeritaPKTMUPP IPM
922 views
Tidak ada komentar
Peserta PKPTMU Institutional Visit ke UMS, Dahlan Rais: Inti Kepemimpinan adalah Keteladanan

Peserta PKPTMU Institutional Visit ke UMS, Dahlan Rais: Inti Kepemimpinan adalah Keteladanan

BeritaPKTMUPP IPM
922 views
Peserta PKPTMU Institutional Visit ke UMS, Dahlan Rais: Inti Kepemimpinan adalah Keteladanan
Peserta PKPTMU Institutional Visit ke UMS, Dahlan Rais: Inti Kepemimpinan adalah Keteladanan

IPM.OR.ID., Surakarta – Peserta Pelatihan Kader Paripurna Taruna Melati Utama (PKPTMU) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah melakukan Institutional Visit ke Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Kamis (11/05/23).

Acara yang bertemakan “Embracing The New Era Of IPM: The Future Is Now” ini dilaksanakan di Gedung Induk Siti Walidah, UMS dan diikuti sekitar 36 peserta. Nashir Effendi menyampaikan bahwa salah satu kegiatan ini adalah menjawab bagaimana tradisi berguru di era sekarang semakin berkurang.

“Saat kami berdiskusi dengan Nadiem Makarim, hanya satu yang tidak bisa tergantikan dari Artificial Inteligent adalah proses perkaderan atau berguru ini. Harapan kami teman-teman peserta bisa mengambil inspirasi dari kegiatan ini,” ujar Nashir.

Dilanjut dengan Materi tentang Akhlak Kepemimpinan Muhammadiyah oleh Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais. Beliau menjelaskan bahwa inti kepemimpinan adalah keteladanan. Beliau juga mengutip kata-kata Ki Hajar Dewantoro “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”.

“Menurut saya inti kepemimpinan adalah keteladanan. Berani memimpin artinya berani menjadi teladan. Jiwa kepemimpinan ketika ditengah adalah mendorong dan berpartisipasi penuh terhadap pergerakan. Ketika di belakang pun tidak hanya kritik saja, tetapi Tut Wuri Handayani,” jelas Dahlan.

Prinsip kedua kepemimpinan, lanjut Dahlan adalah harus berbagi dengan anggota bahkan pemimpin itu harus lebih banyak memperhatikan anggotanya dibandingkan dirinya sendiri.

“Ki bagus mengatakan, kalau kamu ke rumah seseorang pemimpin lalu kamu temukan makanan melimpah di meja mungkin maka kamu salah alamat. Karena pemimpin itu harus berbagi oleh anggota bahkan mendapat bagian lebih kecil. Dia selalu berfikir bagaimana memajukan anggotanya bukan dirinya,” lanjut dahlan.

Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin itu harus berani menderita. Pemimpin dan anggota pada prinsipnya sama dan akan menghadapi 3 godaan. Dulu harta, tahta, dan wanita, namun sekarang bertambah dengan popularitas.

Dahlan mengibaratkan bahwa kepopuleran atau kemasyhuran itu seperti kumbang, punya sayap lalu terbang. Beliau juga mengatakan bahwa pemimpin itu harus genuine, autentik, bukan rekayasa.

“Pemimpin itu tidak mementingkan kepentingannya sendiri tetapi juga mementingkan kepentingan angggota nya. Kriteria kepemimpinan itu harus berani menjadi model dan mampu menjaga dirinya sesuai kepercayaan. Kalau pikiran kita ingin bermewah-mewah, tinggalkan Muhammadiyah,” jelas Dahlan.

Menurut beliau, tantangan di Muhammadiyah penyebab yang paling utama adalah masalah keilmuan. Masyarakat muslim dunia berada di paling belakang. Padahal, kaidah kepemimpinan adalah bagaimana kita juga menempatkan diri sebagai pemimpin yang tangguh.

“Kita tidak bisa maju kalau tidak merebut ilmu. Diperburuk oleh sikap mental dunia islam yang cenderung berpayah-payah bergantung pada yang lain. Konstruksi nya harus iman, akhlak, ilmu, dan amal. Akhlak diatas ilmu, namun akhlak sulit karimah tanpa ilmu,” tegas Dahlan. *(Mahda)

Haedar Nashir Sampaikan Narasi Islam Berkemajuan dan Kebangsaan Universal dalam Pembukaan PKPTMU 2023
Peserta PKPTMU Belajar Pengelolaan AUM dalam Kunjungan ke UMY, UAD, dan UMS
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.