Diskusi Online dengan Tajuk “Yuk Berwirausaha di Era 4.0” Memotivasi Kader IPM se-Indonesia

Diskusi Online dengan Tajuk “Yuk Berwirausaha di Era 4.0” Memotivasi Kader IPM se-Indonesia

Berita
1K views
Tidak ada komentar

[adinserter block=”1″]

Diskusi Online dengan Tajuk “Yuk Berwirausaha di Era 4.0” Memotivasi Kader IPM se-Indonesia

Berita
1K views

IPM.OR.ID, YOGYAKARTA- Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan (PKK) telah menyelenggarakan Diskusi Online dengan tajuk “Diskon Student Preneur”. Ini merupakan diskusi perdana yang mengangkat tema “Yuk Berwirausaha di Era 4.0”. Kegiatan virtual ini diadakan pada Sabtu (26/10) pada pukul 19.30-21.00 WIB.

Pada diskusi perdana ini setelah melewati beberapa tahap terkumpulah 40 peserta baik yang telah mempunyai usaha, baru memulai maupun yang belum sama sekali memiliki usaha. Para peserta juga mewakili dari berbagai wilayah, daerah, cabang, dan ranting IPM se-Indonesia. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah berbagi dan memotivasi antar kader IPM dari narasumber yang berpengalaman. Moderator dalam kegiatan ini ialah Arief Dwi Saputra yang merupakan anggota dari bidang PKK PP IPM.

Narasumber dalam Diskusi Online kali ini ialah A. Imam Firdaus, S.M, usia yang masih milenial namun telah sukses berkiprah di jagat kewirausahaan dan berbagai prestasipun telah di raihnya. Founder dari SN Minyak Kemiri ini menyampaikan bahwa di Era 4.0 menawarkan banyak sekali peluang usaha, di era ini semua bidang usaha sudah berbasis teknologi, mulai food and beverage, fesyen, transportasi, bahkan industri properti pun tak luput terkena dampak kemajuan digital.

Revolusi industri 4.0 merupakan era baru untuk para wirausaha Indonesia, era 4.0 membuka peluang bagi siapapun untuk menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja baru yang lebih luas serta mendapatkan laba yang sebesar besarnya, kemudahan pada era ini contohnya adalah untuk menjadi pengusaha fasyen kita tidak perlu toko, melainkan cukup melalui toko online dengan kecanggihan teknologi saat ini.

Namun Imam juga mengatakan bahwa di era 4.0 juga menawarkan persaingan bisnis yg semakin ketat, era 4.0 menuntut kita untuk selalu belajar. Terdapat tiga pesan penting yang disampaikan Imam kepada peserta diskusi.

“Pertama yang harus dipersiapkan adalah niat dan tujuan, kenapa niat dan tujuan yg pertama? Karena tanpa adanya niat dan tunjuan yg jelas, walaupun ide dan konsep kalian sangat bagus itu tidak akan ada artinya tanpa tujuan. Kedua adalah kita harus selalu merasa ‘haus’ selalu merasa ‘lapar’ akan ilmu baru, seperti belajar tentang riset pasar, bisnis itu adalah ilmu pasti.”

Selain menyampaikan pesan, ia juga menceritakan bagaimana pengalamannya belajar dan terus melakukan riset pasar dalam membangun bisnis minyak kemirinya. Pesan terakhir yang ia sampaikan adalah terkait tekad serta tidak takut gagal lalu bangkit dan terus mencoba. Imam juga mencontohnya berbagai bisnis besar yang perjuangannya pun sulit, seperti coca-cola, KFC, dan lain sebagainya.

Setelah penyampaian materi dibuka sesi diskusi seluruh peserta yang sangat bergelora untuk berpartisipasi dalam diskusi tersebut. Imam pun menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Ia juga berharap bahwa dengan berwirausaha akan terus menghasilkan pelajar-pelajar yang merdeka, baik secara moral dan finansial. Bidang PKK PP IPM akan konsisten dalam menggelorakan semangat kewirausahaan demi menghasilkan pelajar yang berdikari sebagai agenda solutif ‘Rumah Kreatif’ untuk para pelajar se-Indonesia. (arief/adinta)

 

Kader IPM Kalteng Jadi Perwakilan dalam Ajang International Global Network di Korea Selatan
Adu Strategi IPM vs Kementerian Pendidikan
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.