Perdana! Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM Gelar Kelas Media #101

Perdana! Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM Gelar Kelas Media #101

BeritaKopdar MediaPP IPM
209 views
Tidak ada komentar
Perdana! Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM Gelar Kelas Media #101

Perdana! Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM Gelar Kelas Media #101

BeritaKopdar MediaPP IPM
209 views
Perdana! Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM Gelar Kelas Media #101
Perdana! Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM Gelar Kelas Media #101

IPM.OR.ID. YOGYAKARTA, Lembaga Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menggelar Kelas Media #101 pada Sabtu (19/02/2022) via teleconference zoom meeting. Kelas media ini digelar dalam rangka Road To Kopi Darat Media Nasional (KOPDARNAS). Kelas media #101 ini mengusung tema Sosialisasi Pentingnya Digitalisasi IPM dan diikuti oleh lebih dari 200 kader IPM se-Indonesia.

Dalam kelas media ini, Direktur Lembaga Media dan Komunikasi PP IPM, Ulima Nabila Adinta hadir sebagai pemateri dengan didampingi Muhammad Hasan sebagai moderator. Kelas media ini diawali dengan orientasi tentang digitalisasi.

Digitalisasi IPM era new normal itu terbuka dengan agenda online yang asik, kreatif, dan interaktif. Selain itu, kombinasi dengan digital tools juga menjadi hal menarik untuk dipelajari lebih mendalam. Digitalisasi IPM di era new normal juga mengajak kepada para kader agar lebih peduli dengan lingkungan serta membangun rasa empatik.

Di era pandemi saat ini, segala sesuatu berhubungan dengan digital. Apabila aktivitas hanya berpindah ke dunia digital tanpa kreatifitas, akan timbul rasa bosan di kalangan pelajar.

“Kita sekarang sudah susah untuk tatap muka dan mengadakan kegiatan baik organisasi maupun komunitas. Semua beralih ke dunia digital,” jelas Nabila.

Memperkenalkan IPM Melalui Digitalisasi

Menurut pengalaman kader IPM yang turut hadir dalam kelas media, IPM itu hanya dikenal oleh lingkup internal saja. Pelajar-pelajar di sekolah negeri khususnya, banyak yang belum mengetahui apa itu IPM yang sebenarnya. Karena pada dasarnya kegiatan IPM itu-itu saja, sehingga tidak melibatkan pelajar secara luas.

Bagaimana IPM bisa dikenal luas? Menurut partisipan, jawabannya adalah melalui digitalisasi. Digitalisasi yang dimaksud bukan hanya memindahkan kegiatan dari luring ke daring, tapi juga harus mempunyai kiat-kiat bagaimana IPM bisa lebih luas membangun narasi di sosial media.

Digitalisasi tidak hanya sekedar kita bermain sosial media namun juga apa yang kita tuliskan dan apa yang kita narasikan bersama serta memiliki dampak apa bagi masyarakat. Bermain narasi yang singkat dan kreatif serta persuasif juga memiliki peran tersendiri di sosial media. Contohnya dengan mengkreasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat urgent tapi memiliki narasi yang singkat serta persuasif akan membuat para kader lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Gerakan IPM era new normal itu haruslah terbuka, mendekati isu-isu pelajar, aktif di media sosial, branding, dan memiliki target serta aksi yang jelas. “Target yang reachable, sedikit tidak menjadi masalah, asal terus konsisten, dan menghargai peningkatan-peningkatan kecil,” jelas Nabila.

Selain itu, Nabila juga menyebutkan mengapa harus ada branding dalam gerakan IPM di era new normal. Alasannya, karena basis massa IPM adalah pelajar. Generasi Z menyukai agenda yang asik, tanpa cap golongan tertentu. Maka dari itu, IPM perlu eksplor diri keluar dan tidak hanya jago kandang.

Membuat Sistem yang Lebih Mapan

Dalam kelas media ini juga dijelaskan bagaimana membuat sistem pengelolaan media yang lebih mapan. Seperti penggunaan digital tools, platform, dan lain sebagainya. Nah, bagaimana sih membuat sistem pengelolaan media yang lebih mapan itu?

Memilih logo yang simple dan bermakna serta mempelajari algoritma dan strategi media sosial adalah langkah awal untuk membuat sistem pengelolaan media menjadi lebih baik.

Selain itu, bergaul dengan komunitas sebidang, meningkatkan jangkauan dengan kolaborasi-kolaborasi, mencari funding berkelanjutan dan kaderisasi profesional juga menjadi faktor pendukung dalam pembuatan sistem pengelolaan media.

“Ada beberapa gerakan yang bisa mencapai sistem pengelolaan media yang diinginkan, yaitu dengan mengadakan pelatihan buzzer, influencer, content creator, kaderisasi programer serta meneruskan informasi-informasi edukasi dengan output yang kreatif,”  jelas Nabila.

Disamping itu, kita juga perlu untuk tidak hanya kerja keras. Namun, juga kerja cerdas. Kebanyakan dari kader IPM apabila mengerjakan sesuatu bersama-sama menggunakan media WhatsApp. Padahal, WhatsApp itu alat komunikasi bukan alat kerja. Nah solusinya adalah dengan penggunaan Google Drive. Dengan penggunaan Google Drive ini, kerja kita jadi lebih kreatif, efektif, dan efisien.

Untuk memulai semua itu, perlu dilakukan mini riset di media sosial perihal gerakan anak muda, menyusun program kerja masing2 bidang, merapikan sistem kerja untuk melebarkan sayap pada program kerja yang sudah kita rancang.

Di menit-menit akhir, Nabila juga menjelaskan workflow yang bisa dibuat dengan Google Drive. Seperti pembuatan folder yang berisi file konten serta directory link. Directory link penting karena merupakan bentuk penghematan digitalisasi.

Untuk merancang program beserta konten perlu ditetapkan dari sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan. “Bukan hanya sekadar flyer saja tapi ada narasinya,” jelas Nabila.

Content management juga dibutuhkan dalam pengelolaan media, seperti membuat brief lengkap dan bahan desain/video. Brief berisi breakdown narasi dari kegiatan yang akan, sedang atau telah berlangsung. Maka dari itu, harus ada tim media khusus tiap pimpinan agar pengelolaan media menjadi lebih terstruktur.

Di akhir kelas, Nabila menyampaikan beberapa agenda kelas media selanjutnya dengan berbagai tema yang menarik serta penjaringan database media IPM di grassroot untuk menyambut Kopdar Media IPM Nasional yang akan datang. (*Mahda)

Tags: ,
Pembukaan Rakernas IPM 2021
Sekjend PP IPM Kunjungi SMAM 2 Surabaya guna Sharing Pengalaman Organisasi
Mungkin anda suka:
Advertisement

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.