Membangun Advokasi Diri dalam Mengatasi Bullying di Kalangan Pelajar

Membangun Advokasi Diri dalam Mengatasi Bullying di Kalangan Pelajar

OpiniOpini Pelajar
722 views
Tidak ada komentar
Membangun Advokasi Diri dalam Mengatasi Bullying di Kalangan Pelajar

[adinserter block=”1″]

Membangun Advokasi Diri dalam Mengatasi Bullying di Kalangan Pelajar

OpiniOpini Pelajar
722 views
Membangun Advokasi Diri dalam Mengatasi Bullying di Kalangan Pelajar
Membangun Advokasi Diri dalam Mengatasi Bullying di Kalangan Pelajar

Representasi diri adalah kemampuan untuk mengadvokasi, membela hak-hak pribadi atau hak orang lain secara efektif dan tegas. Ini adalah proses aktif yang melibatkan komunikasi secara terbuka dan jujur ​​untuk mencapai tujuan tertentu atau melindungi diri dari perlakuan tidak adil atau merugikan. Advokasi diri dapat berarti berbicara atau mendukung orang lain yang membutuhkan.

Penindasan atau perilaku bullying adalah tindakan agresif dan merendahkan yang biasanya dilakukan oleh satu individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain di lingkungan dan sekolah. Ini adalah masalah serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan psikologis korbannya.

Penanganan pelecehan dapat berupa penindasan verbal. Hal ini melibatkan penggunaan kata-kata kasar, sarkasme, hinaan, atau sindiran yang menyinggung. Contohnya, termasuk menghina penampilan, ras, agama atau orientasi seksual seseorang. Selanjutnya, ancaman fisik hal ini mencakup tindakan fisik yang berbahaya seperti meninju, menendang, mendorong atau merampas barang-barang pribadi. Tindakan fisik semacam ini dapat menyebabkan cedera dan trauma.

Penindasan sosial sering kali berbentuk pengucilan, mengucilkan seseorang dari kelompok, menyebarkan rumor atau gosip, atau mengabaikan seseorang sama sekali. Hal ini dapat menimbulkan dampak emosional yang signifikan pada korbannya. Perundungan siber (cyber bullying) adalah penggunaan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan pesan yang merendahkan, mengancam atau mengejek seseorang. Hal ini dapat mencakup pelecehan online, berbagi foto atau video yang memalukan atau pencemaran nama baik secara online. 

Bullying dapat menimbulkan akibat yang serius, termasuk merugikan kesehatan mental korban, menurunkan motivasi belajar, merugikan keberhasilan akademis, dan bahkan menyebabkan mereka terisolasi secara finansial. Oleh karena itu, penting bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mencegah dan mengatasi perundungan.

Dengan sikap anti-intimidasi atau bullying di kalangan pelajar merupakan tantangan penting yang harus diatasi oleh sekolah, orang tua, dan seluruh masyarakat. Hal ini perlu ditunjang dengan menumbuhkan kesadaran tentang bullying dan dampaknya diantara pelajar, orang tua dan guru dan staff sekolah. Pendidikan anti bullying dapat mengurangi perilaku bullying tersebut.

Perlu dirancang dan diterapkan program anti-intimidasi atau bullying yang efektif di sekolah dan di masyarakat luas. Program-program ini mungkin mencakup pelatihan bagi pelajar, orang tua, guru, dan staf sekolah tentang cara mencegah dan mengatasi penindasan. Selain itu, orang tua, guru dan masyarakat luas dapat mengenali serta memberdayakan tanda-tanda bullying dan memberikan intervensi dini kepada pelajar terhadap perilaku bullying.

Korban bullying perlu mendapatkan dukungan konseling untuk mengatasi dampak emosional dari pengalaman mereka. Atas dampak perilaku bullying yang terjadi, maka diperlukan komitmen terhadap budaya lingkungan dan sekolah yang aman dan inklusi dikarenakan penting untuk menciptakan budaya lingkungan dan sekolah yang menekankan rasa hormat, toleransi, dan inklusi. Ini dapat melibatkan program-program yang mempromosikan keragaman dan rasa kesetaraan.

Anti-bullying memerlukan upaya yang terkoordinasi dari banyak pihak dan harus menjadi prioritas karena dampaknya bisa sangat merugikan pelajar yang mengalaminya. Setiap orang mempunyai peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, inklusif, dan mendukung.

Dari data yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada 13 Februari 2023 tercatat kenaikan angka kasus bullying sebanyak 1.138 kasus kekerasan fisik dan psikis yang disebabkan oleh bullying. Selain itu KPAI juga mencatat dalam kurun waktu 9 tahun, dari 2011 sampai 2019, ada 37.381 pengaduan kekerasan terhadap anak.

Fenomena ini dapat dianalogikan seperti bentukan angin yang menerpa pepohonan, apa yang tidak kita lihat lebih dari apa yang kita. Khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Kelalaian guru dan orang tua dengan alasan “Mereka juga anak-anak” tentu dapat memperparah perundungan yang terjadi di lingkungan anak. Anggapan bahwa anak boleh melakukan hal-hal seperti mendorong, memukul dan menggoda temannya di depan umum akan menyebabkan semakin banyak kasus bullying yang tidak terselesaikan.

Hal ini, perlu dilakukanya penanaman advokasi diri terhadap permasalahan bullying yang terjadi dikalangan pelajar. Kemampuan anak dalam melindungi diri sangatlah penting agar ia dapat berdiri dan melindungi dirinya ketika menerima perlakuan tidak menyenangkan dari teman atau lingkungannya. Saat mengadvokasi diri dalam membela diri,maka pelaku intimidasi juga akan ragu untuk menindas. Bila perlu, tidak ada salahnya orang tua mempertimbangkan kelas bela diri untuk mengajari anak mereka bela diri, percaya diri, dan pengendalian diri.

  • Penulis adalah Muhammad Fijri Nurfadillah, Sekretaris Bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga PD IPM Kabupaten Garut 2023-2025. Seorang laki-laki sunda yang gemar menulis dan merefleksikan kehidupannya lewat aksara yang mengandung makna tersendiri. Aktivitas penulis selengkapnya melalui instagram @nurfadillahfijri_
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis
Mendorong Demokratisasi IPM Melalui Uji Terbuka
Tingkatkan Anak Muda yang Melek Politik, PP IPM Hadiri Nobar Film “Kejarlah Janji”
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.