IPM.OR.ID., MAKASSAR – Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dengan tema “Membumikan Arah baru IPM” resmi dibuka di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, pada Jumat (6/2/2026).
Muktamar merupakan kegiatan permusyawaratan tertinggi di IPM yang diadakan dua tahun sekali. Tujuannya adalah untuk regenerasi pimpinan dan evaluasi kinerja IPM, sehingga keberdampakan IPM dapat membumi.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Indonesia, baik secara daring maupun luring, ini dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Riandy Prawita, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyoroti empat agenda besar pemerintah, yang tengah didorong pemerintah berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Pertama, ia menekankan program swasembada pangan yang menjadi fokus nasional. Menurutnya, dukungan dari organisasi besar seperti Aisyiyah dan Muhammadiyah sangat penting dalam memperkuat sektor pangan lewat pemberdayaan masyarakat dan gerakan individu tiap daerah.
Kedua, penyediaan makanan bergizi untuk masyarakat, terutama bagi anak dan remaja. Ia menjelaskan bahwa perbaikan gizi harus menjadi prioritas agar Indonesia dapat melahirkan generasi unggul.
Ketiga, ia menyoroti pentingnya penguatan koperasi rakyat sebagai mesin ekonomi kerakyatan. Melalui koperasi, masyarakat dapat mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Keempat, ia menekankan komitmen besar pemerintah dalam bidang pendidikan, khususnya untuk anak-anak terlantar. Zulkifli menegaskan bahwa telah dilakukan pendirian 500 sekolah rakyat untuk anak fakir miskin, Sekolah Transformasi Garuda untuk anak berkategori Unggul, hingga pembukaan sejumlah kampus kedokteran baru untuk memperluas akses pendidikan kesehatan di Indonesia.
Zulkifli Hasan juga berharap dalam sambutanya, agar IPM dapat menjadi kolborator strategis pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih asri. Dengan target pemerintah dua tahun, IPM diharap mampu berkolaborasi dalam penghijauan dan pelesetarian alam.
“IPM memiliki energi muda yang kuat. Saya berharap IPM berada di garda depan dalam menciptakan ruang hidup yang lebih hijau,” harapnya.
Muktamar XXIV IPM diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga melahirkan gagasan segar, untuk memperkuat peran IPM dalam isu-isu nasional pelajar.*(Imen)

































