Dinamika Intelektual : Great Shift dan Problem Solver

Dinamika Intelektual : Great Shift dan Problem Solver

OpiniOpini Pelajar
454 views
Tidak ada komentar
Dinamika Intelektual : Great Shift dan Problem Solver

Dinamika Intelektual : Great Shift dan Problem Solver

OpiniOpini Pelajar
454 views
Dinamika Intelektual : Great Shift dan Problem Solver
Dinamika Intelektual : Great Shift dan Problem Solver

IPM adalah salah satu Organisasi Otonom (ORTOM) Muhammadiyah  yang bergerak di kalangan pelajar. Seorang pelajar identik dengan pendidikan, dimana seorang pelajar itu mendapatkan ilmu dan mengetahui hal-hal yang baru. Maka dari itu, gerakan IPM pada dasarnya berbasis gerakan keilmuan. Tentang bagaimana pelajar menjawab segala tantangan zaman dengan membangun peradaban ilmu.

Muhammadiyah sendiri sangat menjunjung gerakan yang berbasis dengan keilmuan. Dengan dibangunnnya sekolah-sekolah Muhammadiyah, itu sudah menjadi bukti bagaimana upaya dan perhatian Muhammadiyah terhadap pendidikan.

Pendidikan-pendidikan tersebut diharapkan bisa membangun intelektualitas bangsa menuju gerakan yang berkemajuan. Disinilah peran IPM dalam menyiapkan para pelapis-pelapis baru untuk menciptakan inovasi baru di masa yang akan datang.

Di zaman pandemi covid-19, kehidupan manusia mengalami perubahan yang signifikan. Mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, akomodasi hingga sektor pendidikan juga mengalami perubahan yang besar. Minimnya kesiapan masyarakat menghadapi perubahan yang ada, menjadi hambatan tersendiri agar kita bisa lepas dari zona nyaman yang ada di masa lalu.

Percepatan di segala bidang membuat masyarakat perlu beradaptasi dalam menerima keterbatasan. Dampak yang disebabkan oleh keterbatasan juga tidak bisa di sepelekan. Perlu adanya solusi bagaimana intelektualitas bisa terus berkembang dalam keterbatasan tersebut.

Great Shifting Pelajar

Muhammadiyah adalah organisasi yang membawa gerakan yang disebut gerakan pembaharuan. Dimana Muhammadiyah selalu terbuka menerima perubahan zaman dan terus melakukan upgrade gerakan.

IPM sebagai perkaderan paling bawah dari Muhammadiyah, juga harus mengikuti arus perkembangan zaman yang ada. Mungkin yang dahulu IPM hanya diisi oleh kegiatan pelatihan, maka saat ini sudah seharusnya berinovasi menjadi kegiatan non kepelatihan yang akan menyongsong kualitas dan kuantitas kader di masa mendatang.

Pelajar zaman sekarang, lebih menyukai dengan hal-hal yang berbau menyenangkan. Apalagi saat ini, pendidikan kita memiliki dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia virtual. Maka, peran IPM disini juga harus mengikuti perkembangan pelajar dimana IPM juga harus memfasilitasi para pelajar melalui dua dunia itu. Hampir semua pekerjaan yang pada awalnya dilaksanakan secara luring, kemudian menjadi daring.

Refleksi ke tahun 2020 awal pandemi covid-19, banyak para pelajar mengeluh dengan sistem pendidikan daring. Namun, hanya dalam waktu satu tahun, mereka justru sangat nyaman dengan kondisi yang mereka hadapi.

Sehingga, pengetahuan yang mereka bangun menjadi lebih terbatas atau bahkan banyak yang tidak peduli. Kurangnya pemahaman ilmu yang mereka dapat, membuat mereka menjadi berjalan tak mempunyai arah. Pada akhirnya para pelajar saat ini berkecimpung ke dunia dewasa jauh lebih cepat sebelum waktunya.

Pelajar saat ini memang lebih menyukai ke sesuatu yang sifatnya menyenangkan atau hanya sekadar nongkrong omong kosong. Mereka cenderung enggan letih dan malas berfikir. Dampaknya, otak menjadi tidak terasah dan pandangan pun menjadi lebih sempit. Hasilnya semakin lama indeks kekuatan otak dan wawasan dalam berfikir akan semakin berkurang. Hal inilah yang perlu kita waspadai sebagai seorang pelajar.

Dengan adanya great shifting (perubahan besar) dari perilaku masyarakat khususnya di kalangan pelajar, maka menjadi goals tersendiri bagaimana membangun organisasi pelajar yang sesuai dengan kondisi pelajar saat ini.

Metode-metode lama yang sudah tidak relevan, seharusnya bisa diolah lebih maju dengan keadaan zaman. IPM yang dulunya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang monoton, sudah seharusnya sekarang harus diisi dengan kegiatan yang lebih menarik.

Problem Solver

Dinamika intelektual pelajar saat ini memang jauh lebih kompleks. Dengan dua dunia yang mereka jalani membuat kita harus mencari peluang masuk ke dua dunia tersebut.

Disamping itu perlu adanya adaptasi agar kita memiliki zona nyaman baru dan move on dari zona nyaman sebelumnya. Beradaptasi dengan situasi dan kondisi tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat. Perlu adanya solusi dan tindakan baru untuk mencapai goals yang menentukan arah gerak kita kedepan.

Saat ini, para kader-kader IPM perlu membangun cara berfikir baru yang lebih kritis dan kreatif, memecahkan isu-isu pelajar dengan sikap dimana sepantasnya berlaku sebagai seorang pelajar. Memposisikan diri sebagai seorang teman untuk para pelajar dalam persiapan menghadapi segala perubahan dan percepatan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

IPM juga harus bisa mewadahi para pelajar untuk menuangkan keluh kesahnya, mengisi tongkrongan yang tidak berfaedah menjadi tongkrongan penuh arti dan menjadi tempat pulangnya para pelajar ketika lelah mendapatkan pendidikan formal. IPM perlu mengembangkan dan menyesuaikan kondisi saat ini tanpa harus menghilangkan ciri khasnya sebagai organisasi pelajar dibawah naungan Muhammadiyah.

Harapannya, kader-kader IPM dapat berperan sebagai problem solver, dimana ia akan bisa membawa gerakan pembaharuan ke arah yang lebih maju dan lebih tertata.

    • Penulis adalah Mahda Khufiati Syaharani, Sekretaris Bidang Perkaderan PD IPM Boyolali Periode 2021-2023. Aktivitasnya bisa dipantau melalui akun instagram @da.mahda_
    • Substansi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis
Efektivitas Situs IPM Bagi Kader IPM
Wujudkan Visi Menjadi Bacaan Berkualitas, PP IPM Tunjuk Pimpinan Baru Majalah Kuntum
Mungkin anda suka:
Advertisement

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.