DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI: Arah Perubahan SPI

DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI: Arah Perubahan SPI

BeritaPP IPM
875 views
Tidak ada komentar
DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI: Arah Perubahan SPI

DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI: Arah Perubahan SPI

BeritaPP IPM
875 views
DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI: Arah Perubahan SPI
DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI: Arah Perubahan SPI

IPM.OR.ID., YOGYAKARTA – Sebagai sebuah organisasi pelajar yang besar dan kompleks, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tentu memiliki sebuah standarisasi dalam pemberdayaan kader-kadernya dari tingkat ranting sampai pusat. Pada tahun 1964, dibuatlah Standar Perkaderan IPM (SPI) sebagai acuan dalam pemberdayaan para kader IPM.

Bidang Perkaderan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) pada Ahad (12/3/2023) mengadakan DIALOGUE Pra-Lokakarya SPI yang terlaksana secara virtual melalui Zoom Meeting. Mengangkat tema Arah Perubahan SPI, DIALOGUE kali ini bertujuan untuk membahas SPI yang diisukan akan diubah karena tuntutan zaman dengan pemateri yaitu Muhammad Abduh Zulfikar (Ketua Bidang Perkaderan PP IPM 2014-2016) dan Laila Hanifah (Ketua Bidang Ipmawati 2021-2023).

Muhammad Abduh Zulfikar membuka materi dengan bercerita tentang arah gerak IPM di zaman dulu yang ternyata berbeda dengan sekarang.

“Berbicara tentang IPM di zaman dulu, IPM bergerak dengan melakukan aksi-aksi di jalanan untuk menyuarakan pendapat, hal itulah yang sekiranya menjadikan banyak senior-senior di IPM yang telat lulus kuliah. Melihat hal itu, maka pada zaman kami, kami mengubah pendekatan-pendekatan organisasi, salah satunya adalah Appreciative Inquiry (AI) yang dirasa lebih cocok dengan dunia IPM,” tutur Zulfikar.

Lebih lanjut, Zulfikar menekankan agar IPM harus bisa scale up or die, artinya IPM harus memperluas spektrumnya agar bisa masuk ke seluruh kalangan masyarakat. Hal ini Zulfikar terangkan dengan membandingkannya dengan dunia bisnis yang sedang digelutinya, bagaimana Zulfikar melihat ranah digital sebagai salah satu media bisnis yang mempermudah sekaligus menguntungkan.

“IPM harus menyadari bahwa kita sekarang berada di zaman 5.0. Oleh karena itu, IPM harus siap menghadapi perubahan dan mempersiapkan tempat bagi kader untuk berkembang, agar mencetak kader yang tidak hanya cerdas saja, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Zulfikar.

Tidak kalah menarik, Laila Hanifah menyampaikan bahwa kita bisa membuat dunia sesuai dengan yang kita inginkan, hal ini berangkat dari kutipan yang disampaikan oleh Albert Einstein “God Does Not Play Dice”.

“Tuhan tidak bermain dadu, maksudnya dunia itu tidak acak, artinya kita bisa membuat dunia sesuai dengan yang kita inginkan karena apapun yang terjadi di sekitar kita adalah apa yang kita rekayasa di masa lalu. Dalam hal ini, perubahan SPI dimaksudkan untuk mewujudkan kita tentang kader IPM itu sendiri akan seperti apa,” jelas Laila.

Namun, Laila juga menjelaskan bahwa perubahan SPI ini tidak boleh dilakukan sembarangan, harus ada landasan filosofis yang kuat dan kita harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan epistemologi mendasar tentang IPM dengan metodologi yang tepat.

“SPI itu kita andaikan seperti kulit, dia adalah identitas kita yang tidak bisa kita ganti dengan mudah seperti pakaian, kalau kita belum yakin kenapa kita harus kita ubah? Jadi, tidak semata-mata karena dunia ini berubah, maka SPI juga ikut berubah,” ujar Laila.

Kemudian, DIALOGUE diakhiri dengan diskusi antara para peserta dengan pemateri yang berjalan dengan sangat menarik. *(Yud)

Jambore Perkaderan 2023 TM 2 IPM Kota Yogyakarta: Menjelajahi Kelas Kesehatan Mental, Olahraga, hingga Sosial Politik
MTQ Pelajar Muhammadiyah Kulon Progo, Ajang Wujudkan Aktor Generasi Islami
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.