Deni WK: Merokok yang Baik dan Benar Picu Kematian Dini

Deni WK: Merokok yang Baik dan Benar Picu Kematian Dini

BeritaPP IPM
111 views
Tidak ada komentar
Deni Wahyu: Merokok yang Baik dan Benar Picu Kematian Dini

Deni WK: Merokok yang Baik dan Benar Picu Kematian Dini

BeritaPP IPM
111 views
Deni Wahyu: Merokok yang Baik dan Benar Picu Kematian Dini
Deni Wahyu: Merokok yang Baik dan Benar Picu Kematian Dini

IPM.OR.ID., JAKARTA – Berdasarkan data, tujuh puluh lima persen perokok hidup di negara yang memiliki pendapatan menengah dan rendah. Hal itu disampaikan oleh Deni Wahyu Kurniawan, Dosen Universitas Prof. Dr. Hamka, dalam acara Konsolidasi Poros Pelajar yang diselenggarakan oleh tim kerja Tobacco Control Ikatan Pelajar Muhammadiyah (TC IPM) di bawah naungan Bidang Advokasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM). Acara ini diselenggarakan secara hibrid pada Sabtu (30/10/2021), secara daring dilakukan melalui teleconference zoom meeting dan secara luring dilakukan di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Acara yang bertajuk “Quit Smoking, Di mana Peran Organisasi Pelajar?” ini juga turut mengundang Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) tingkat nasional diantaranya Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nadhlatul Wathan (PP IPNW), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PP PII), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar PERSIS Putri, Dewan Pengurus Pusat Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPP GSNI), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al-Washliyah.

Deni Wahyu Kurniawan selaku pemantik pada Konsolidasi Poros Pelajar ini mengatakan bahwa secara statistik, jumlah perokok di Indonesia semakin bertambah. Terutama untuk kalangan remaja. Usia merokok dimulai sejak usia yang sangat muda. Untuk usia 10-14 tahun mengalami peningkatan, usia 5-9 tahun yang berarti masih dalam usia SD, dahulu sebesar 1,5% pada 2013, pada 2019 menjadi 2,5%. Indonesia sedang panen merokok karena tren-nya semakin muda.

Lebih lanjut, Deni mengatakan bahwa anak muda yang mulai merokok dan terus merokok mengalami resiko untuk meninggal dalam jangka waktu usia yang muda.

“50% anak muda yang mulai merokok dan terus merokok, pada akhirnya akan beresiko untuk meninggal dalam jangka waktu muda. Kalau kita merokok dengan baik dan benar, secara statistik 50% akan beresiko meninggal dalam usia muda,” ujar Deni.

Deni menyoroti bahwa salah satu faktor mengapa anak-anak mengalami peningkatan dalam jumlah perokok adalah karena iklan rokok di Indonesia masih belum diregulasi dengan baik. Hasil dari pemantauan menunjukkan 62,7% mengenal rokok dari media elektronik dan media cetak. 89,3% melihat melalui billboard, 9% melihat barang/benda dengan logo rokok yang dimiliki, 7,9% karena ditawari rokok gratis oleh perusahaan rokok. Di sisi yang lain, 43,6% remaja mulai merokok karena iklan yang ditayangkan dalam pelbagai media. Baik melalui televisi maupun di internet.

Angka ini tentu mengkhawatirkan. Oleh karena itu, secara konkret, Deni menyodorkan MPOWER sebagai salah satu cara untuk mengendalikan tembakau. MPOWER yang dimaksud yaitu: Monitor konsumsi produk tembakau dan pencegahannya, melalui jalannya kebijakan. Perlindungan dari paparan asap orang lain. Optimalkan dukungan layanan berhenti merokok. Waspadakan masyarakat bahaya konsumsi tembakau. Eliminasi iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau, dan Raih kenaikan harga rokok melalui peningkatan cukai dan pajak rokok.

Lebih lanjut, Deni menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk ikut terlibat dalam agenda pengontrolan tembakau. Pertama, pelajar bisa untuk melakukan penyadaran kepada para pelajar. Kedua, pelajar juga bisa untuk melakukan advokasi penguatan kebijakan pengendalian tembakau. Ketiga, pelajar bisa melakukan denormalisasi industri rokok, dan terakhir, pelajar bisa belajar dari pengalaman negara lain.

“Di tempat lain, di New Zealand, Inggris, Australia, Singapura, dan sebagainya, mereka sudah bukan pengendalian tembakau rokok lagi, tetapi sudah end game tobacco. Pokoknya gimana caranya supaya jumlah perokok di negara tersebut jangan lebih dari lima persen,” tutup Deni.*iant

Tags: , , ,
Rekatkan Silaturrahmi Antaranggota, IPM Gunungkidul Adakan Turba
Tekan Laju Rokok, PP IPM Gandeng 6 OKP Gelar Konsolidasi Poros Pelajar
Mungkin anda suka:
Advertisement

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.