IPM.OR.ID., MAKASSAR – Lembaga Pustaka dan Penerbitan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (LPP PP IPM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghidupkan tradisi literasi kader melalui kegiatan Launching Buku hasil karya kader IPM dari berbagai wilayah.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi strategis bersama Madrasah Digital, komunitas penerbit yang fokus pada pendampingan penulisan hingga penerbitan karya.
Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Tanwir Pra-Muktamar XXIV IPM, yang berlangsung pada (5-8/2/2026) di Makassar.
Program launching buku ini merupakan agenda resmi LPP PP IPM sebagai bagian dari ikhtiar membangun budaya intelektual dan merawat warisan pemikiran di kalangan kader IPM.
Kolaborasi tersebut juga mendapat dukungan dari Suara ‘Aisyiyah, yang selama ini konsisten mendampingi gerakan literasi sebagai bagian dari dakwah melalui pena dan aksara.
Proses pengumpulan naskah dimulai sejak 13 Oktober 2024 dan melalui pendampingan hingga penerbitan. Pada agenda ini, sebanyak sembilan buku karya kader IPM dari berbagai daerah dan tingkatan pimpinan resmi dilaunching.
Adapun buku-buku tersebut, di antaranya:
- 107 Catatan Puisi: 2024 Tahun Penuh Kejadian dan Kejutan – Noval Sahnitri (PW IPM Lampung)
- ASA: Menyulam Mimpi, Bertumbuh Rasa – Puri Purnama Melati (IPM Cabang Panawuan)
- Break A Leg: Catatan Pendek dari Negeri Kanguru – Brilliant D. Izzulhaq (PP IPM)
- Jejak Langkah IPM – Felicia Azara (PC IPM Kemayoran 1)
- Aksara yang Tak Pernah Padam – Kader IPM Lampung
- Menepi Sejenak untuk Mengingatnya, Pergi Menjauh untuk Melupakannya – Ecy Terra Risers (IPM Karanganyar)
- Meniti Langkah – Nayla Shyfa Ramadhani (PC IPM Wonosari)
- Seperempat Abad – Cemilan Kata (PD IPM Brebes)
- Rangkaian Menikmati Taman – Sheris Dandi Oktada (PP IPM)
Kegiatan launching dirangkaikan dengan penayangan video buku, penyerahan buku kepada penulis, serta sesi foto bersama. Melalui agenda ini, LPP PP IPM menegaskan bahwa literasi merupakan bagian penting dari denyut kaderisasi IPM di setiap momentum strategis organisasi.
Salah satu penulis, Noval Sahnitri mengatakan bahwa karya tulis lahir dari kesadaran menghadapi dinamika hidup yang penuh tantangan dan kejutan.
“Hidup sangat dinamis banyak kejutan yang datang secara tak terduga dalam kehidupan kita, maka kita harus siap menghadapi hal tersebut. sesulit dan semudah apapun yang kita hadapi kita harus bersiap,” ujar Noval. *(Nabila)

































