IPM.OR.ID., MAKASSAR – Pleno ke-5 Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) jadi momen yang ditunggu. Lantaran, pada pleno kali ini, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) melaporkan perkembangan dan kritik terhadap Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM). Salah satu yang jadi sorotan utama adalah PW IPM Papua.
Ketua Umum PW IPM Papua Sri Herawanti berbicara mengenai ketidakadilan yang selama ini dialami oleh PW IPM Papua dan kader-kader IPM Papua, pada Sabtu (7/2/2026) di Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Makassar.
“Ada diskriminasi sosial yang dihadapi oleh teman-teman Papua. Banyak yang mengatakan Papua itu maju, kemajuan itu hanya di mulut saja!” tegas Sri.
Menurut Sri, kader-kader Papua adalah kader yang tangguh di tengah kondisi yang selama ini mereka alami.
“Seharusnya yang datang ke Muktamar ini adalah 25 kader, tetapi karena keterbatasan dana yang ada jadi yang datang hanayalah setengahnya,” kata Sri.
Dalam laporannya, Sri menyampaikan bahwa PP IPM kurang menjangkau papua. IPM Papua pernah sekali akan menyelenggarakan kegiatan dan sudah dijanjikan supaya PP IPM dapat hadir. Namun, sampai kegiatan itu terlaksana, tidak ada PP IPM yang datang.
“Karena tidak ada yang datang, dana hibah dari pemerintah dikorting, sehingga kami cukup terkendala dalam hal keuangan,” ujar Sri.
Di tengah keterbatasan yang menjerat itu, Sri bersyukur bahwa selama satu periode ini PW IPM Papua tetap bisa melaksanakan agenda strategis, seperti reaktivasi daerah dan ekspansi daerah otonomi baru.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pimpinan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Riandy Prawita mengaku bahwa pihaknya memiliki banyak kekurangan.
“Kami mengakui bahwa dalam keberjalanannya selama satu periode ini, masih banyak kekurangan, mulai dari komunikasi, kepemimpinan, dan program kerja. Untuk itu kami memohon maaf,” jawab Riandy.
Riandy juga melanjutkan, bahwa di tengah kekurangan yang dimiliki, pihaknya sudah mencoba melakukan yang terbaik selama satu periode ini, meski pada akhirnya ekspektasi tidak senantiasa selaras dengan realita.*(Yud)




































