IPM.OR.ID., Depok – Setelah menggaungkan kampanye anti-bullying di ruang publik, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Tangerang Selatan resmi membuka fase lanjutan dari gerakan “Pelajar Tanpa Bully” melalui pembukaan Berdaya Setara Camp (BSC), di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, pada Jumat (9/1/2026).
Kegitan ini bertema “Tumbuh Utuh: Dukung, Berkembang, dan Pulih” yang berlangsung sampai hari Minggu (11/1/2026). Sebanyak 49 pelajar yang berasal dari berbagai sekolah di Tangerang Selatan dan sejumlah sekolah lintas daerah di Provinsi Banten mengikuti kegiatan tersebut.
Berdaya Setara Camp merupakan program pelatihan anti-bullying yang diinisiasi oleh PD IPM Tangerang Selatan, sebagai tindak lanjut dari kampanye “Pelajar Tanpa Bully” pada pawai Milad ke-113 Muhammadiyah PD Muhammadiyah Tangerang Selatan, di Alun-alun Pamulang.
Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh, Ketua Tim Penjamin Mutu BBPPMPV Arief Rachman Wonodipo, Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM Banten Widhiashafiz, Ketua Umum PD IPM Tangerang Selatan, Fathan Muhammad Azzaini, serta Ketua Pelaksana Kegiatan BSC Annida Aulia Ramadhani.
Ketua Umum PD IPM Tangerang Selatan Fathan Muhammad Azzaini mengatakan, program ini dibuat berdasarkan hasil survei yang berjudul “Satu Hati Satu Aksi: Stop Bullying” yang melibatkan 812 pelajar, dengan 225 responden mengaku pernah mengalami perundungan.
“Bullying itu ada tingkatan dan bentuk yang beragam, ada yang awalnya dianggap bercanda, tetapi apabila dibiarkan dapat berdampak pada kondisi mental pelajar. Oleh karena itu, melalui Berdaya Setara Camp kami ingin membangun kesadaran agar pelajar lebih peka dan saling menjaga antar sesama,” ujar Fathan.
Dalam kaitan itu, ia menilai kasus perundungan yang masih kerap dianggap sepele dan dapat berpotensi berkembang dapat menjadi masalah serius apabila tidak ditangani sejak dini.
Sementara itu, Ketua Pelaksana BSC Annida Aulia Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi dirancang sebagai proses pembentukan empati dan keberanian pelajar untuk menghadapi perundungan.
“Melalui BSC, kami ingin membentuk pelajar yang mampu menjadi ruang aman bagi teman-teman pelajar, sekaligus menjadi pelopor gerakan anti-bullying di sekolah masing-masing,” pungkasnya.
Ketua Umum PW IPM Banten Widhiashafiz mengapresiasi adanya langkah baru dari PD IPM Tangerang Selatan yang dinilainya telah menghadirkan program pelajar yang inklusif dan responsif terhadap isu perundungan.
“Kami mengapresiasi PD IPM Tangerang Selatan yang menyadari ada yang tidak beres dari kondisi sekitar kita. Ketika masih banyak yang belum menyadari bahwa ada hal yang tidak baik di sekitar kita. IPM Tangerang Selatan berhasil menjawab, apa yang dibutuhkan dalam upaya menangani kondisi yang tidak beres tersebut,” ujar Widhiashafiz.
Sebagai tuan rumah, Ketua Tim Kerja Penjaminan Mutu BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Arief Rachman Wonodipo, menilai Berdaya Setara Camp sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter pelajar yang tangguh dan peduli terhadap sesama.
“Perundungan merupakan tantangan serius dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dalam pembentukan karakter, agar pelajar dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berani bersuara,” ujarnya.
Selama tiga hari, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pengenalan fasilitator, games edukatif, sesi refleksi, hingga materi anti-bullying dengan pendekatan yang partisipatif.
Dari kegiatan ini, IPM Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk perundungan. *(TOMO, Lembaga MEDKOM PD IPM Tangerang Selatan)



































