IPM.OR.ID., MAKASSAR – Keberagaman budaya Nusantara tampil memukau dalam pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXIV yang digelar pada Jum’at (5–8/2/2026) di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar.
Melalui Tari Medley Nusantara, nilai persatuan, empati, dan kepedulian kebangsaan dihadirkan dalam satu panggung yang merepresentasikan wajah Indonesia yang majemuk.
Penampilan tersebut dibawakan oleh 21 penari yang seluruhnya merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Tari Medley Nusantara dikoreografikan oleh Nurul Inayah Aniskamah, yang dipercaya sebagai penata tari dalam momentum nasional tersebut.
“Tarian ini terinspirasi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, hingga Betawi. Seluruhnya kami rangkai menjadi satu kesatuan gerak yang harmonis,” ujar Nurul.
Lebih dari sekadar suguhan seni pertunjukan, Tari Medley Nusantara dirancang sebagai ruang refleksi kebangsaan. Nurul menjelaskan bahwa konsep tarian ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa, khususnya wilayah-wilayah yang tengah terdampak bencana alam.
Penampilan Tari Medley Nusantara diawali dengan penayangan video reflektif yang menjadi gagasan awal lahirnya konsep tarian tersebut.
Video tersebut menghadirkan potret keprihatinan atas bencana yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia, sebagai pengingat bahwa di balik kemeriahan Muktamar IPM, terdapat duka dan doa yang menyertai perjalanan bangsa.
“Melalui video pembuka dan Tari Saman di awal pertunjukan, kami ingin menunjukkan bahwa di tengah kemeriahan Muktamar IPM, tetap ada empati dan simpati terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah, khususnya di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera,” jelasnya.
Penampilan Tari Medley Nusantara juga menjadi bentuk penyambutan kepada para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan nilai kearifan lokal Bugis-Makassar yang dipegang teguh dalam konsep pertunjukan.
“Kami mengusung falsafah sipakatau (memanusiakan manusia), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling memuliakan). Nilai-nilai ini kami jadikan dasar dalam menyambut peserta Muktamar dari seluruh penjuru Nusantara,” ungkap Nurul.
Proses latihan Tari Medley Nusantara telah dimulai sejak pekan pertama Januari. Namun, perjalanan menuju panggung pembukaan Muktamar bukan tanpa tantangan.
Menurut Nurul, kesulitan utama terletak pada penyatuan karakter gerak tari dari berbagai daerah dengan latar belakang penari yang beragam.
“Tidak semua penari memiliki pengalaman menari. Beberapa di antaranya bahkan baru pertama kali mempelajari tari Nusantara. Selain itu, jadwal latihan cukup menantang karena bertepatan dengan akhir perkuliahan dan UAS, sehingga latihan sering dilakukan pada sore hingga malam hari,” tutur Nurul.
Kerja keras tersebut terbayar lunas saat para penari tampil di hadapan ribuan kader IPM dari seluruh Indonesia. Rasa haru dan bangga menyelimuti para penari yang rela menunda masa libur semester demi menyukseskan agenda nasional ini.
“Alhamdulillah, kami sangat terharu. Ini pengalaman yang membanggakan, apalagi tampil sebagai tuan rumah di kampus sendiri. Semoga penampilan kami dapat memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta Muktamar,” kata Nurul.
Momen berkesan pun terjadi ketika para penari diajak berfoto bersama oleh delegasi dari berbagai provinsi dan diminta tampil kembali karena antusiasme penonton.
“Rasa lelah langsung terbayar saat melihat penonton menikmati pertunjukan, bahkan ikut menari bersama di akhir acara,” ujar Nurul.
Melalui Tari Medley Nusantara, Nurul berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen IPM dalam merawat keberagaman.
“Penampilan ini menjadi bukti bahwa IPM menghargai kebudayaan, menjunjung nilai moral dan etika, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun bangsa,” pungkas Nurul.
Ia pun berharap Muktamar IPM XXIV dapat melahirkan semangat baru bagi gerakan pelajar ke depan.
“Semoga Indonesia semakin aman dan makmur, serta IPM terus menjadi garda terdepan dalam memajukan bangsa,” tutup Nurul. *(Nabila)































