IPM.OR.ID., MAKASSAR – Muktamar IPM XXIV selain menjadi ruang permusyawaratan tertinggi Ikatan Pelajar Muhammadiyah juga menjadi wadah kreativitas dan kemandirian kader. Salah satunya hadir lewat Distro IPM Kota Yogyakarta, badan usaha pelajar yang sukses mencuri perhatian peserta dari berbagai daerah.
Distro IPM Kota Jogja merupakan badan usaha milik Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Yogyakarta yang berada langsung di bawah koordinasi Ketua Umum serta Bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan. Berdiri sejak 2014, Distro IPM Jogja ini menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif kader IPM yang produknya telah bermuara ke berbagai wilayah di Indonesia.
Beragam produk khas IPM ditawarkan, mulai dari Jas IPM sesuai AD/ART yang menjadi produk terlaris, Batik IPM, hingga aneka merchandise seperti lanyard, pin, tumbler, gantungan kunci, dan tote bag dengan ciri khas IPM Jogja yang digemari pelajar.
Distro IPM Jogja di Muktamar IPM XXIV bukan tanpa alasan. Momentum Muktamar yang mempertemukan pelajar IPM dari seluruh Indonesia dimanfaatkan sebagai ruang distribusi sekaligus pelayanan kepada kader.
“Ajang Muktamar ini mempertemukan seluruh pelajar IPM se-Indonesia. Kami ingin memberi kemudahan kepada teman-teman untuk mendapatkan merchandise IPM dengan harga pelajar dan tanpa ongkir (ongkos kirim),” ujar Ketua Umum PD IPM Yogyakarta Aisyah Lathifunnisa’ .
Untuk itu, mereka membuka booth dengan produk Special Edition Muktamar IPM XXIV. Menariknya, persiapan kehadiran di Muktamar terbilang singkat. Hanya dalam waktu satu minggu, tim Distro IPM Jogja menyiapkan konsep penjualan dan produk.
Proses produksi terbantu oleh vendor rekanan yang telah lama bekerja sama, sementara distribusi penjualan di lapangan diamanahkan kepada kontingen PD IPM Kota Jogja yang tergabung dalam PW IPM DIY.
Setiap desain yang ditampilkan pun tidak lepas dari nilai ideologis IPM. Tema besar Muktamar IPM XXIV, “Membumikan Arah Baru IPM”, menjadi ruh dalam setiap produk.
Desain merchandise merupakan pembaruan dari konsep Fortasi PD IPM Kota Jogja 2025 dengan tema “Pelajar Impresif, Bersahabat, dan Berdampak”, yang dinilai selaras dengan pembahasan Muktamar mengenai kepemimpinan berdampak.
Respons peserta Muktamar terhadap produk Distro IPM Jogja terbilang luar biasa. Pada hari pertama Tanwir Pra Muktamar saja, lebih dari 100 produk yang dibawa dalam satu koper ludes terjual.
Harga yang ramah pelajar, rata-rata di bawah Rp100.000, serta desain yang unik dan menarik membuat banyak kader ingin melakukan pre-order untuk pembelian lanjutan.
“Bahkan ada yang memborong untuk satu pimpinan agar kembaran, terutama lanyard edisi spesial,” tambahnya.
Distro IPM Jogja berharap badan usaha pelajar ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari seluruh tingkatan pimpinan IPM, termasuk PP IPM. Mereka menegaskan tidak ingin bersaing secara tidak sehat dan membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan dan distribusi merchandise khas IPM secara nasional.
Bagi kader IPM lain yang ingin memulai usaha atau karya kreatif, Distro IPM Jogja menitipkan pesan sederhana namun bermakna, yaitu berani.
“Kunci utama itu berani. Berani menanggung konsekuensi dalam berniaga, berani memulai meski kadang belum ada yang beli. Di situlah dinamika dan proses belajar itu terjadi,” tutupnya.




































