IPM.OR.ID., MAKASSAR – Pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadi semakin semarak dengan penampilan Tapak Suci yang penuh semangat dan disiplin. Di balik penampilan tersebut, tersimpan perjuangan singkat yang berkesan dari para pesilat yang diberi amanah tampil di forum nasional yaitu pembukaan Muktamar IPM XXIV pada Jum’at (5-8/2/2026) di Balai Sidang, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Salah satu dari 5 penampil adalah Alifka Atmo Ridho dari Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Cabang 18 UIN Alauddin Makassar. Dalam wawancara, Alifka menjelaskan bahwa kepercayaan untuk tampil berawal dari amanah Pimpinan Wilayah V Tapak Suci Sulawesi Selatan kepada pelatih Tapak Suci Darul Arqam Gombara.
Namun, pelatih kemudian merekomendasikan pesilat dari UKM Tapak Suci UIN Alauddin Makassar untuk mengisi penampilan pembukaan, mengingat pengalaman, jam terbang, serta prestasi yang telah dimiliki.
“Teman-teman dari UKM Tapak Suci UIN dipilih karena dinilai siap, baik dari sisi skill maupun pengalaman. Bahkan, ada yang pernah berlaga hingga kejuaraan dunia Tapak Suci,” ungkap Alifka.
Menariknya, persiapan menuju penampilan di Muktamar IPM dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Informasi yang diterima secara mendadak membuat proses latihan hanya berlangsung sekitar empat hari sebelum hari pelaksanaan.
Di tengah kesibukan masing-masing, para pesilat tetap berupaya meluangkan waktu untuk berlatih bersama.
Keterbatasan waktu bukan satu-satunya tantangan. Curah hujan yang tinggi turut menjadi hambatan dalam proses latihan.
Meski demikian, Alif mengatakan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat. Setiap sesi latihan dimaksimalkan agar penampilan tetap berjalan optimal.
“Walaupun banyak kendala, kami berusaha memaksimalkan setiap hari latihan yang ada,” jelasnya.
Saat tampil di hadapan ribuan kader IPM dari seluruh Indonesia, perasaan bangga dan bahagia tak dapat disembunyikan.
Menurut Alifka, momen tersebut menjadi pengalaman yang membangkitkan semangat, karena dapat ikut memeriahkan pembukaan Muktamar IPM. Sorakan dan dukungan dari ribuan kader IPM menjadi energi tersendiri bagi para pesilat di atas arena.
Meski sempat ada rasa kecewa karena sebagian tamu undangan dan pimpinan beralih meninggalkan lokasi sebelum menyaksikan penampilan secara utuh, hal tersebut tidak mematahkan semangat.
Para pesilat tetap tampil maksimal dan menyelesaikan penampilan dengan penuh totalitas.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi mereka adalah saat penampilan perindividu. Dengan waktu latihan yang minim, para pesilat mampu menunjukkan performa terbaiknya, membuktikan kedisiplinan dan ketangguhan Tapak Suci sebagai seni bela diri khas Muhammadiyah.
Menutup pernyataannya, Alifka menyampaikan harapannya terhadap Muktamar IPM dan arah gerakan IPM ke depan. Ia berharap IPM terus berkembang dan melahirkan kader-kader yang berakhlak, beriman, serta loyal terhadap nilai-nilai Muhammadiyah.
“Semoga IPM ke depan semakin jaya dan terus melahirkan kader-kader terbaik untuk umat dan bangsa,” pungka Alif.*(Nabila)



































