Dentuman Ritmis Marching Band SMKM Muhammadiyah 2 Bontoala Menggiring Pembukaan Muktamar IPM XXIV

Dentuman Ritmis Marching Band SMKM Muhammadiyah 2 Bontoala Menggiring Pembukaan Muktamar IPM XXIV

BeritaMuktamar XXIV
230 views
Tidak ada komentar
Dentuman Ritmis Marching Band SMKM Muhammadiyah 2 Bontoala Menggiring Pembukaan Muktamar IPM XXIV

Dentuman Ritmis Marching Band SMKM Muhammadiyah 2 Bontoala Menggiring Pembukaan Muktamar IPM XXIV

BeritaMuktamar XXIV
230 views
Dentuman Ritmis Marching Band SMKM Muhammadiyah 2 Bontoala Menggiring Pembukaan Muktamar IPM XXIV
Dentuman Ritmis Marching Band SMKM Muhammadiyah 2 Bontoala Menggiring Pembukaan Muktamar IPM XXIV

IPM.OR.ID., MAKASSAR – Semarak pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXIV pada Jum’at (5-8/2/2026) di Balai Sidang, Universitas Muhammadiyah Makassar semakin terasa dengan hadirnya penampilan marching band dari SMK Muhammadiyah 2 Bontoala.

Dentuman ritmis perkusi yang berpadu dengan colour guard menjadi pembuka yang membangkitkan semangat ribuan kader IPM dari berbagai daerah di Indonesia.

Marching band SMK Muhammadiyah 2 Bontoala merupakan unit kegiatan sekolah yang berdiri sejak 2015 dan hingga kini aktif mengembangkan potensi seni musik para pelajarnya.

Dalam penampilan di Muktamar IPM XXIV, sebanyak 23 personel diturunkan dengan beragam instrumen, mulai dari bass, snare, quarto, simbal, hingga bell.

Pembina marching band SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, Megawati Said, menyampaikan bahwa kepercayaan untuk tampil di forum nasional tersebut tidak datang secara tiba-tiba.

Sebelumnya, marching band ini kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Sebelumnya marching band ini sudah sering mendapat undangan untuk tampil pada kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Karena itu, kami kembali dipercaya untuk ikut memeriahkan pembukaan Muktamar IPM,” ujar Megawati.

Konsep penampilan yang ditampilkan pun disesuaikan dengan kebutuhan acara pembukaan Muktamar.

Atas permintaan panitia, marching band menghadirkan lagu-lagu hiburan yang semarak, dilengkapi dengan colour guard untuk menambah daya tarik visual di atas panggung.

Meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu bulan, proses latihan dilakukan secara rutin dan intens.

Tantangan terbesar justru muncul ketika diminta menampilkan colour guard, sementara sebelumnya marching band ini belum memiliki pemain khusus di bidang tersebut.

“Saat itu kami belum memiliki pemain colour guard. Jadi saya mengambil langkah untuk mencari siswa yang bisa dilatih dalam waktu satu bulan. Alhamdulillah, mereka bisa mengikuti dengan baik,” jelasnya.

Tampil di hadapan ribuan kader IPM dari berbagai penjuru Indonesia menjadi pengalaman tersendiri bagi para personel.

Rasa gugup dan khawatir sempat dirasakan, baik oleh pembina maupun para siswa, terlebih ini menjadi penampilan perdana mereka di forum nasional sebesar Muktamar IPM.

“Sebagai pembina, tentu ada rasa khawatir. Anak-anak juga sempat gugup. Tapi alhamdulillah, ketika acara dimulai, semuanya bisa terlewati dengan baik,” tutur Megawati.

Momen paling berkesan bagi tim marching band adalah ketika sorak sorai dan tepuk tangan meriah menggema dari para tamu undangan dan peserta Muktamar.

Apresiasi tersebut menjadi penguat mental sekaligus kebanggaan tersendiri bagi para pelajar.

Lebih dari sekadar hiburan, penampilan marching band ini dimaknai sebagai simbol semangat dan kegembiraan dalam mengawali jalannya Muktamar IPM XXIV.

“Kami berharap semangat dan kegembiraan ini bisa dirasakan sejak awal acara hingga akhir, bahkan sampai para peserta kembali ke daerah masing-masing,” ungkapnya.

Di akhir, Megawati menyampaikan harapannya agar IPM ke depan semakin berkembang sebagai organisasi pelajar yang membawa nilai-nilai kebaikan.

“Semoga IPM ke depan semakin baik dalam menyiarkan hal-hal positif dalam berorganisasi, tetap berlandaskan Al-Islam serta berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah,” pungkas Megawati.

Keberhasilan penampilan Marching Band SMK Muhammadiyah 2 Bontoala tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia yang kooperatif, khususnya Hafizah dan Nurul Hikmah, turut berperan dalam memastikan kelancaran teknis penampilan.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para pelatih marching band, Agung Dwi Prasetyo (Tio), Nurul Afifah (Pipo), Wahyudin (Udin), dan Agus Firansyah (Agus), yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran dalam proses latihan hingga penampilan berjalan sukses.*(Nabila)

Harmoni Santri dan Orkestra Menggema di Pembukaan Muktamar XXIV IPM
Tari Medley Nusantara Merajut Kesatuan Bangsa di Muktamar XXIV IPM
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.