Paduan Suara Ummul Mukminin Sukses Buka Muktamar IPM XXIV, Persembahkan Semangat Kader

Paduan Suara Ummul Mukminin Sukses Buka Muktamar IPM XXIV, Persembahkan Semangat Kader

Paduan Suara Ummul Mukminin Sukses Buka Muktamar IPM XXIV, Persembahkan Harmoni dan Semangat Kader

Paduan Suara Ummul Mukminin Sukses Buka Muktamar IPM XXIV, Persembahkan Semangat Kader

BeritaMuktamar XXIVSumatera SelatanUncategorized
203 views
Paduan Suara Ummul Mukminin Sukses Buka Muktamar IPM XXIV, Persembahkan Harmoni dan Semangat Kader
Paduan Suara Ummul Mukminin Sukses Buka Muktamar IPM XXIV, Persembahkan Harmoni dan Semangat Kader

IPM.OR.ID., MAKASSAR – Suasana pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXIV di Makassar berlangsung khidmat dan penuh semangat. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian ribuan kader IPM dari seluruh Indonesia adalah Paduan Suara Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulawesi Selatan.

Paduan suara ini dilatih oleh Rasdianah Muis, dengan sebanyak 62 santriwati terlibat dalam penampilan tersebut, terdiri atas 61 penyanyi dan 1 dirigen, seluruhnya merupakan santri kelas 9, 10, dan 11 (angkatan 36, 37, dan 38).

Penampilan semakin megah dengan iringan musik orkestra dari Harmony of Immim & Real Play di bawah manajemen Zada Sawaty, menghadirkan harmoni suara dan musik yang kuat di forum nasional tersebut.

Kepercayaan untuk tampil di pembukaan Muktamar IPM XXIV bukanlah hal baru bagi Paduan Suara Ummul Mukminin. Selama puluhan tahun, mereka kerap mendapat amanah mengisi berbagai agenda besar Muhammadiyah, Aisyiyah, maupun IPM di Sulawesi Selatan.

“Setiap momen besar Muhammadiyah, Aisyiyah, maupun IPM di Sulawesi Selatan, Paduan Suara Ummul Mukminin selalu mendapat amanah untuk mengisi acara. Karena itu kami selalu siap ketika diberi kepercayaan,” ujar Rasdianah.

Ia menambahkan, paduan suara Ummul Mukminin telah terbentuk dan diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari 30 tahun, sehingga memiliki kesiapan mental dan teknis ketika dipercaya tampil di agenda besar.

“Ketika diberi amanah tampil di pembukaan Muktamar IPM ke-24, ini menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami bisa menjadi bagian dari agenda nasional IPM,” katanya.

Persiapan latihan dilakukan secara efektif sejak satu bulan sebelum Muktamar (H-30). Menurut Rasdianah, proses tersebut relatif berjalan lancar karena para santri telah menguasai tiga lagu wajib.

“Persiapan latihan efektif dimulai sekitar satu bulan sebelum Muktamar. Mereka sudah hafal tiga lagu wajib, yakni Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars IPM, sehingga tinggal mematangkan kualitas penampilan,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan tetap hadir karena skala penampilan yang jauh lebih besar dari biasanya.

“Biasanya paduan suara hanya berjumlah sekitar 30 orang, tapi karena ini momen besar, jumlahnya ditambah menjadi lebih dari 60 orang. Itu tantangan tersendiri dalam penyatuan suara,” ungkap Rasdianah.

Tantangan lainnya adalah penyesuaian iringan musik. Jika sebelumnya terbiasa menggunakan organ tunggal, kali ini paduan suara harus beradaptasi dengan orkestra penuh, termasuk instrumen biola dan lainnya.

“Kami juga harus menyesuaikan diri karena sebelumnya terbiasa diiringi organ tunggal, sementara kali ini menggunakan orkestra penuh. Itu sebabnya kami melibatkan seniman profesional untuk pengolahan aransemen dan pembagian suara,” tambahnya.

Pelatihan melibatkan sejumlah seniman, di antaranya Amin Db dari Sanggar Seni Ataraxia Takalar untuk pengolahan aransemen dan pembagian suara, Nur Amaliah Putri pada vokal, serta Firman pada instrumen musik, sementara Rasdianah fokus sebagai pelatih dirigen.

Kolaborasi antara paduan suara dan orkestra baru dapat dilakukan dua hari sebelum Muktamar saat gladi kotor dan gladi bersih. Latihan berlangsung intens dari pagi hingga malam selama dua hari berturut-turut.

“Kolaborasi antara suara dan musik baru bisa dilakukan dua hari sebelum Muktamar. Latihan berlangsung dari pagi sampai malam, sangat menguras tenaga, tapi dijalani dengan penuh sukacita,” tuturnya.

Saat tampil di hadapan ribuan kader IPM dari Sabang hingga Merauke, perasaan para santriwati pun tak terbendung.

“Bangga, bersyukur, dan merasa beruntung. Tiga kata itu yang paling menggambarkan perasaan anak-anak karena bisa tampil di hadapan ribuan kader IPM dari seluruh Indonesia,” kata Rasdianah.

Seluruh rangkaian lagu yang dibawakan terasa istimewa. Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dinyanyikan dengan khidmat. Mars IPM berhasil membangkitkan semangat kader IPM se-Indonesia. Momen paling mengharukan terjadi saat menyanyikan Janji Kader.

“Saat Mars IPM dan Janji Kader dinyanyikan, semangat para kader benar-benar terasa. Banyak yang terharu dan bangga menjadi bagian dari IPM,” ujarnya.

Puncak kebahagiaan dirasakan ketika penampilan Paduan Suara Ummul Mukminin mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan.

“Kami sangat terharu ketika penampilan paduan suara diapresiasi langsung oleh Bapak Zulkifli Hasan dengan memberikan tablet kepada seluruh anggota paduan suara,” pungkas Rasdianah.

Penampilan Paduan Suara Ummul Mukminin tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga simbol dedikasi, kedisiplinan, dan semangat pelajar Muhammadiyah dalam menghidupkan nilai seni, kebangsaan, dan kaderisasi di Muktamar IPM XXIV.

Tags: , ,
Unik! IPM Papua Gunakan Identitas Adat sebagai Refleksi Budaya dan Perjuangan
Di Tengah Keterbatasan Waktu, Tapak Suci UIN Hidupkan Pembukaan Muktamar IPM
Mungkin anda suka:
Advertisement

[adinserter name=”Block 2″]

Suka artikel ini? Yuk bagikan kepada temanmu!

Terpopuler :

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.