|
Monday, 03 May 2010 09:20 |
|
By: David Efendi
Apa itu komunitas?
Tidak banyak buku yang saya baca mengenai komunitas tapi Ben Anderson mengatakan bahwa Negara adalah komunitas yang terbayang (imagine community). Dalam konsep agama juga sama bahwa manusia atau ummat adalah komunitas satu terutama bagi agama-agama misionaris yang terus merekrut ummat setiap waktu. Tapi tentunya ada komunitas yang nyata yang dapat dirasakan bentuk dan dampaknya dari keadaan sehingga kita tidak mengidap persoalan akut dalam berkomunitas yang tidak mempunyai kreatifitas dan daya ubah serta keberdayaan bagi kelompoknya sendiri. Ini bisa disebutkan dalam ungkapan Arab, “ wujuduhu nkaadamihi” artinya adanya sama dengan tidak adanya alias tidak mempunyai dampak yang signifikan. Ungkapan lainnya, adalah bagi kelompok yang membutuhkan biaya operasional besar, transport, uang makan dan sebagainya tapi kurang membawa dampak penting dengan ungkapan, “La yamutu walah yahya, atau tafsir bebasnya adalah tidak bermutu tapi menghabiskan biaya.
|
|
Read more...
|
|
Saturday, 08 August 2009 08:21 |
|
Selain melakukan aktivitas ibadah di bulan ramadhan yang sudah menjadi tuntunan sekaligus rutinitas seperti Tarawih, Sahur, tadarus, dan mengikuti ceramah di Masjid dan Musholah. Satu hal yang sering disepelekan adalah perintah dari wahyu pertama Allah yaitu Iqro’ (membaca) yang turun dari langit tepat pada tanggal 17 Ramadhan. Islam sejatinya adalah agama yang paling serius mendorong manusia untuk membaca tapi banyak ironisnya justru kelompok diluar islamlah yang sekarang banyak menerpkannya untuk menguasai dunia. Informasi itu telah dikuasasi karena apa? |
|
Read more...
|
|
Monday, 03 August 2009 08:16 |
|
“Berhentilah mencaci maki kegelapan. Lebih baik kau nyalakan secercah cahaya bagi mereka yang kegelapan. Tebarkanlah iman dengan cinta. Gubahlah dunia dengan prestasi. Jadikan hidupmu penuh arti, setelah itu bolehlah bersiap untuk mati. Kalau kelak dating hari perjumpaan, basahkan bibirmu dengan ucapan kalimat toyibah: Laa illaha illallah………….dari Harian Jawa Pos (Radar Jogja) Edisi 7 Oktober 2007”. |
|
Read more...
|
|
Thursday, 07 May 2009 13:15 |
|
Kesuksesan adalah impian dan pasti diidam-idam kan oleh setiap orang. Dalam meraih kesuksesan, sering kali setiap orang mengerahkan semua yang ada pada diri mereka untuk meraih sebuah kesuksesan, seperti semangat dan ketekunan yang mereka miliki hingga mencapai titik klimaks. Selain semangat dan ketekunan, orang yang ingin sukses haruslah memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi berapapun harga yang harus ia bayar, seperti yang dikatakan oleh Bill Gates, pendiri Microsoft.
|
|
Read more...
|
|
Wednesday, 22 April 2009 09:56 |
|
KEKUATAN TEAM, dan THE MAN OF ACTION Langkah Pertama: Kekuatan niat Bangunan pertama dalam setiap langkah dan pilihan tindakan yang kita tempuh adalah niat yang tulus dan hati yang suci (KH Dahlan) sehingga dalam setiap tindakan dan niat yang mendorong tidak memberikan ruang-ruang yang terkontaminasi oleh negatifisme sehingga akan rapuh dalam perjalanannaya. Salah satu cara untuk menghindar dari kejahatan niat buruk adalah meyakini dengan benar bahwa hidup adalah ladang menanam kebaikan, hidup adalah berkelompok saling menolong, simbiosis mutualisme sebagai makhluk soSial, makhluk berbudaya, di sisi lain sebagai pemimpin di bumi yang tentu dari sana kita berkeinginan kuat menjadi muslim yang kuat menjadi pribadi mulia yang bermanfaat bagi orang lain. “sesungguhnya segala sesuatu dinilai dari niatnya”. Bukankah begitu ? |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 05 April 2009 12:18 |
|
Muhammadiyah memiliki hajat bernama tanwir yang diadakan pada 5-8 Maret 2009 lalu di Bandar Lampung, sebuah forum terbesar di Muhammadiyah setelah muktamar. Salah satu agenda besar yang dibahas adalah meneguhkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam menuju terciptanya masyarakat yang mandiri dan berkeadaban. Sebulan kemudian, tepat 9 April 2009, pesta demokrasi digelar di republik ini untuk memilih para anggota legislatif. Jarak yang tidak jauh antara tanwir dan pemilu, apalagi tanwir diadakan sebelum pemilu. |
|
Read more...
|
|
Friday, 03 April 2009 15:44 |
|
”...Good is not enough if better possible (terj)” Mario Teguh Golden Way Sulit mencari padanan kata yang pas, penulis jadi mengambil kata yang aslinya untuk menjelaskan kalimat Seni Memfasilitasi (the Art of Fasilitation) sebagai aktivitas yang sangat popular sepuluh tahun terakhir ini seiring faham humanisme yang manusiawi. (Paulo Friere dengan penolakan pendidikan “gaya bank”). Mengapa demikian? Mengapa perlu fasilitator dan bukan lagi instruktur atau system komando dalam sebuah aktifitas pembelajaran kekinian. Tentu ini inovasi yang efektif dan harapan hasil yang lebih baik. Kenyataanya metode ini jauh lebih cocok dari pada sistem yang terlalu menonjolkan pendidikan satu arah, ketat dan menindas. Ada beberapa alasan mengapa terminologi fasilitator lebih laku pasca munculnya ide dan kebebasan berekspresi di Indonesia termasuk di organisasi dakwah/agama seperti IPM. Pertama, memang banyak konflik yang tidak selalu bisa diselesaikan dengan tindakan kekerasan sehingga butuh medium atau seoarang fasilitator untuk membantu memecahkan masalah yang ada. Kedua, munculnya proses pembelajaran yang “memanusiakan manusia” sebagai tindakan yang kritis dan lebih bersahabat. Secara sederhana memfasilitasi itu merupakan seni mengelola sumberdaya manusia dengan cara yang beragam akan tetapi tidak merendahkan derajat manusia bahkan lebih menimbulkan kreatifitas. Bagaimana penjelasannya silakan dibaca berikutnya. |
|
Read more...
|
|
Thursday, 19 March 2009 09:19 |
|
Sudah hampir setengah abad umur Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), sudah banyak juga prestasi yang sudah ditorehnya, dari lingkungan sekolah sampai kelas internasional. IPM telah melahirkan banyak tokoh lokal sampai nasional. Keluarga besar Muhammadiyah tak menyangkal bahwa IPM dan kadernya telah berbuat banyak untuk kaderisasi Muhammadiyah. Saat ini pimpinan teras Muhammadiyah, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiah dan bahkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dari lingkaran tingkat kecamatan sampai negara banyak diisi oleh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Wajar saja kalau Muhammadiyah dan Aisyiyah menaruh perhatian khusus bagi IPM. Banyak yang menaruh harapan kepada IPM.
|
|
Read more...
|
|
Monday, 16 March 2009 17:56 |
|
Pada Pemilu 2009, inilah saatnya Muhammadiyah memberikan kader terbaiknya kepada bangsa Indonesia yang sudah lama mengalami defisit pemimpin. Inilah peluang Din Syamsudin, sebagai kader (terbaik?) dan ketua umum Muhammadiyah tersebut menduduki predikat orang nomor satu. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |