|
Tuesday, 09 March 2010 09:10 |
|
Hasil Survey PD IPM Kota Makassar
Makassar - Kamis (11/02) Pukul 08.30 WITA, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Makassar melaukan survey tentang Ujian Nasional di SMA Negeri 8 Makassar. Survey tersebut direspon baik oleh pihak sekolah yang mana selama ini sistem pendidikan telah merugikan pelajar mereka. Hasil survey ini nantinya akan di gunakan sebagai bahan referensi pada Pelatihan Advokasi “Hero’s Of School” dan Students Speak “Ujian Nasional Dalam Teropong Kritis Pelajar” Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Makassar, tutur Amri setiawan Koordinator Survey
Disamping itu pula banyak sekali pelajar yang mengeluh tentang sistem pendidikan yang terjadi disekolahnya, karena melihat beberapa kejadian-kejadian yang mereka alami sangat membuat mereka semakin jenuh untuk belajar, salah satunya adalah ketika terjadi kekerasan di sekolahnya baik kekerasan fisik maupun kekerasan mental seperti ditekan akibat banyaknya tugas-tugas sekolah. Merekapun dengan terbukanya curhat kepada tim Survey, Mereka menilai Ujian Nasional sebagai hantu yang menakutkan dalam hidupnya, bahkan ada salah satu siswi yang mengatakan “kalau saya tidak lulus nanti langsung kawin saja”. Bukan hanya itu masih banyak sekali keluhan-kesah dari mereka.
Saat tim survey mengajak untuk melakukan unjuk rasa tentang penolakan Ujian Nasional dan ingin pula mogok belajar melihat Ujian Nasional yang tidak manusiawi lagi maka salah satu pelajar angkat bicara dan mengatakan “kami siap untuk tinggalkan sekolah untuk menuntut pemerintah agar Ujian Nasional tidak dilakasanakan” karena kondisi sekarang ini dia merasa tertekan selama tiga tahun belajar yang menentukan adalah Ujian Nasioanal, dengan pengeluaran yang cukup banyak. Ada pula siswa berkata ”hampir sekitar 15 juta Rupiah pengeluaran selama tiga tahun belajar disekolah ini”, ungkap Amri melalui release-nya.
 |